Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini usia Katon Bagaskara genap 55 tahun. Penyanyi dengan nama lahir Ignatius Bagaskoro Katon lahir pada 14 Juni 1966 di Magelang, Jawa Tengah. Sejak kecil, bakat seniman pada Katon sudah terlihat. Di usianya yang masih 12 tahun sudah menciptakan lagu pertamanya untuk mengenang kakeknya yang telah tiada.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lagu-lagu Katon Bagaskara banyak dipengaruhi ide penulisan lirik lagu ala musisi seperti Ebiet G. Ade untuk penulisan lirik, Fariz R.M untuk tren musik, Koes Plus dan juga The Beatles. Namun, lambat laun, ia pun menemukan karakter musikalitasnya sendiri, di antaranya adalah lirik yang filosofis, estetis dan romantis, tepatnya di masa SMA.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bekerja sebagai pramugara atau cabin crew di perusahaan penerbangan Garuda pada 1987 adalah karir pertamanya. Namun, jiwa musisi yang melekat padanya sejak kecil tak dapat ditahan. Ia pun membentuk sebuah kelompok musik yang dinamakan KLa Project. Katon berkiprah bersama tiga rekannya, Lilo, Adi dan Ari.
Mereka nekad masuk studio rekaman untuk membuat 'sample' dengan modal tabungan seadanya. Hasil rekaman tersebut pun jjadi single Tentang Kita yang termuat dalam album 10 Bintang Nusantara pada 1988. Terhitung hingga kini, KLa Project berhasil mengeluarkan delapan buah album, ditambah 2 buah album kompilasi lagu-lagu terbaik. Tentu saja lagu paling fenomenal adalah Yogyakarta, yang mendapat apresiasi dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Katon Bagaskara mencari peruntungan di luar KLa Project, ia pun memulai solo karirnya dengan mengeluarkan tiga album yaitu Katon Bagaskara, Gemini, dan Harmoni Menyentuh. Pada 1996 Katon berhasil membukukan puisi-puisinya yang bertajuk Bulan Dibuai Awan.
RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION