Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memberlakukan sistem one way atau jalur satu arah di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik Lebaran 2025. Sistem yang sudah dijalankan selama 2 tahun ini juga akan diselaraskan dengan penggunaan Jalan Tol Sicincin secara fungsional selama momen Lebaran 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Pemberlakukan jalan satu arah ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Gunanya untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumatra Barat Dedy Diantolani saat dihubungi TEMPO pada Jumat 28 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dedy menjelaskan, pemberlakukan jalur satu arah bakal dimulai sejak 28 hingga 30 Maret 2025. Kemudian H+3 lebaran baru diberlakukan kembali yakni 4,5,6 April 2025. "Kami rasa arus lalu lintas selama Lebaran tidak bakal ramai sehingga one way tidak diberlakukan," ucapnya.
Alur jalan one way atau satu arah ini, bagi pengendara yang dari Bukittinggi ke Padang akan melewati jalan via Malalak. Sebaliknya, pengendara dari arah Padang ke Bukittinggi akan melewati jalur seperti biasa. Kemudian untuk H+3 lebaran jalurnya bakal tidak ada perubahan. "One way ini akan diberlakukan dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB," ucapnya.
Selama periode Lebaran 2025 ini, jalan Tol Padang-Sicincin juga akan digunakan fungsional. Jadi bagi masyarakat dari yang ingin langsung ke Padang setelah melewati jalur one way bisa lewat Tol. "Ini mungkin bisa salah satu alternatif untuk antisipasi kemacetan di daerah Batang Anai dan sekitarnya," ucapnya.
Pihaknya juga telah mempersiapkan posko-posko di sepanjang jalur satu arah. Hal ini guna mengantisipasi terjadi kecelakaan lalu lintas. "Kami juga sudah siapkan beberapa posko untuk antisipasi masalah. Selain itu Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar juga telah mempersiapkan alatnya jika ada kendala selama arus mudik lebaran ini," katanya.
Selain itu Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga memberlakukan peraturan dilarangnya beroperasi kendaraan sumbu tiga selama masa Mudik Lebaran 2025. Hal ini selaras dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
Pilihan editor: