Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hukum

Anggota TPNPB OPM Undius Kogoya yang Tewas dalam Baku Tembak di Paniai Baru Bergabung 4 Bulan

Anggota TPNPB OPM Undius Kogoya tewas dalam baku tembak di Paniai.

18 Juni 2024 | 08.42 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Pasukan TPNPB-OPM menyiapkan prosesi pembakaran mayat Detius Kogoya, personil Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII Intan Jaya. Detius tewas setelah baku tembak dalam penyerangan di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada 21 dan 22 Mei 2024. Dalam penyerangan itu kelompok bersenjata ini membakar 12 bilik kios dan sejumlah bangunan sekolah. Dok. Istimewa

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Sebby Sambom mengatakan satu anggotanya tewas setelah kontak senjata dengan aparat militer Indonesia di Kampung Bibida pada Kamis, 13 Juni 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 "Seorang anggota prajurit TPNPB dalam aksi kontak senjata gugur sekitar pukul 11.00 WIB," kata Sebby melalui pesan singkat kepada Tempo pada Selasa, 18 Juni 2024. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia tidak menjelaskan detail identitas anggota OPM yang tewas itu, namun dari foto yang diterima Tempo, anggota yang tewas mengenakan kaos hitam. Menurut dia, anggota itu akan dimakamkan secara militer oleh Panglima Kodap VIII Intan Jaya, Undius Kogoya yang saat ini berada di Paniai.

Menurut Sebby, Undius mengklaim anggota yang tewas itu baru bergabung empat bulan dengan TPNPB. Ia adalah anggota TNI yang disebut membelot. 

Sebelumnya, Satgas Ops Damai Cartenz menembak 1 anggota kelompok bersenjata di Paniai dan mengevakuasi 1 jenazah di Udigimi. Sehingga total yang dievakuasi adalah 2 jenazah.

Kepala Ops Damai Cartenz 2024 Komisaris Besar Faizal Ramadhani, mengatakan, dari hasil identifikasi yang dilakukan terhadap jenazah tersebut, diperoleh hasil bahwa salah satu KKB yang tewas bernama Danis Murib alias Baganiok Murib.

 "Ya benar, kami telah berhasil melumpuhkan 1 KKB kelompok Undius Kogoya. Diduga identitasnya sebagai Danis Murib alias Baganiok Murib " kata Faizal melalui keterangan tertulis yang diterima i pada Selasa, 18 Juni 2024. 

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Ops Damai Cartenz 2024, Ajun Komisaris Besar Bayu Suseno, mengatakan Danis Murib merupakan anggota aktif dari KKB Tenius Waker dan Undius Kogoya yang selama 3 bulan terakhir disebut melakukan gangguan Kabupaten Paniai, Papua Tengah. "Dia ditemukan menggunakan kaos hitam dengan atribut KKB dan mengalami luka tembak di bagian dada," ujarnya.

Bayu menyebut kedua jenazah itu masih proses visum oleh dokter di RSUD Paniai. Salah satu jenazah lain belum teridentifikasi. Menurut dia, jasad itu ditemukan menggunakan kaos biru dan celana hijau dengan kondisi luka memar di beberapa bagian tubuh dan luka terbuka di bagian punggung dan ketiak kanan. "Kemungkinan karena tusukan benda tajam," ujarnya. 

Menurut Bayu, kelompok yang dipimpin Undius Kogoya sering melakukan penyerangan terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan, serta dianggap melakukan pembakaran terhadap fasilitas umum sehingga merugikan masyarakat setempat. Dia mengira kedua jenazah itu adalah masyarakat sipil yang bertemu dengan kelompok Undius Kogoya di sekitar Udigimi dan Bibida saat mereka melarikan diri dari kejaran pasukan TNI Polri.

"Sehingga dibunuh agar tidak memberi informasi kepada kami. Namun hal ini akan tetap kami lakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Bayu.

Bayu menyebut tentang Catatan Kriminal dari kelompok bersenjata Undius Kogoya yaitu.

1. Pada 8 Agustus 2020, melakukan serentetan tembakan di wilayah Kampung Oesiga, Kabupaten Intan Jaya, dalam peristiwa tidak ada korban jiwa.  2.

2. Pada 15 Agustus 2020, melakukan penembakan terhadap tukang ojek di Intan Jaya, Tukang ojek bernama Laode Janudin tewas dilokasi kejadian. 

 3. Pada 18 Agustus 2020, kembali melakukan Pembakaran terhadap alat berat (escavator) di Intan Jaya hingga menyebabkan hangus terbakar. 

 4. Pada 14 September 2020, melakukan Penembakan terhadap 2 orang tukang ojek yaitu laode dan fatur di Distrik Sugapa Intan Jaya, akibatnya, kedua korban mengalami luka-luka. 

 5. Pada 17 September 2020, kembali lagi melakukan Penganiayaan terhadap masyarakat sipil di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, hingga menyebabkan seorang warga bernama Badawi meninggal dunia. 

 6. Pada 17 September 2020, terlibat dalam kontak tembak dengan personel Satgas Apter Hitadipa di Kampung Sugapa Lama, hingga menyebabkan Serka Sahlan meninggal dunia. 

 7. Pada 18 September 2020, melakukan Penembakan terhadap pesawat yang akan mengevakuasi Serka Sahlan di Intan Jaya. 

 8. Pada 19 September 2020, Kontak tembak dengan personel Satgas Apter Hitadipa di Kampung Hitadipa, Intan Jaya hingga menyebabkan Pratu Dwi Akbar meninggal dunia. Kemudian kembali lagi melakukan kontak tembak dengan personel Koramil persiapan Hitadipa, akibatntya pendeta Yeremias Y tewas tertembak. 

 9. Pada 23 September 2020, lagi-lagi melakukan Penembakan terhadap aparat keamanan di depan kantor Bupati Intan Jaya. 

 10. Pada 25 September 2020, Kontak tembak dengan aparat TNI di Bandara Sugapa. 11. Pada 30 September 2020, melakukan Aksi penembakan terhadap Mapolsek Sugapa. 

 12. Pada 4 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan terhadap rombongan Dir Krimum dan Dasat Brimob di Distrik Sugapa. 

 13. Pada 5 Oktober 2020, kembali lagi melakukan kontak tembak dengan personel TNI Polri di Kodim Apter Distrik Sugapa. 

 14. Pada 7 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan oleh terhadap pewarta Agustinus Duwitau di Damogoa hingga terluka. 15. Pada 8 Oktober 2020, melakukan Aksi penembakan terhadap pesawat di Bandara Bilogai Intan Jaya. 

 16. Pada 9 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan terhadap rombongan Tim Pencari Fakta Kemenkopolhukam di Distrik Sugapa, atas kejadian tersebut, anggota TPF Bambang terluka dan Sertu Faisal dan Pratu Ginanjar terluka. 

 17. Pada 30 Maret 2022, Undius Kogoya dan Aibon Kogoya kembali melakukan pembakaran gedung sekolah dan hingga menganiaya dua warga sipil di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. 

 18. Pada 18 Juli 2023, melakukan penembakan pesawat Smart Aviation yang dipiloti Kapten M Farhan dan Wahyu sebagai copilot dengan mengangkut tujuh anggota Brimob dari Bandara Moses Kilangin di Kabupaten Mimika dengan tujuan Distrik Homeyo. 

 19. Pada 30 April 2024, lagi-lagi melakukan penyerangan ke Mapolsek Homeyo dan pembakaran gedung bangunan SDN Inpres Pogapa akibatnya, 1 masyarakat sipil suku toraja menjadi korban atas nama Aleksander Parapak 20 tahun laki-laki, meninggal dunia. 

 20. Pada 21 Mei 2024, melakukan Pembakaran Kios dan Penembakan Warung hingga Pembakaran Sekolah di Distrik Paniai Timur. 

 21. Pada 11 Juni 2024, melakukan penembakan dan pembakaran mobil serta jasad korban atas nama Rusli di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Sosok Danis Murib

Komandan Satgas Media Koops Habema, Letnan Kolonel Yogi Nugroho mengatakan Danis Murib adalah pembelot atau desertir TNI. Danis berpangkat prajurit dua dan termasuk sebagai anggota Satgas Yonif 527/Baladibya Yudha Kodam V/Brawijaya.

Yogi mengungkapkan, Danis Murib sebenarnya tengah melaksanakan tugas operasi militer di Papua. Namun, Danis Murib kabur dari tugas. "Dia meninggalkan Pos Moanemani Baru di Distrik Kamu, Dogiyai, Papua Tengah, pada 14 April 2024," ujarnya.

Yogi mengklaim, tertembaknya pembelot serta seorang anggota kelompok bersenjata oleh prajurit TNI setidaknya  mengurangi kekuatan kelompok tersebut. Ia mengatakan, operasi pengejaran ini berdampak positif untuk menjaga stabilitas keamanan. 

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Ā© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus