Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, sepanjang Lebaran hari kedua kemarin terjadi 254 kecelakaan lalu lintas. Akibat kecelakaan itu, 45 orang meninggal, 48 luka berat, dan 366 orang luka ringan.
“Kerugian materil sebesar Rp 631,9 juta,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 April 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam pengamanan lalu lintas selama libur Lebaran kemarin, Trunoyudo mengatakan polisi telah menindak 834 pelanggar lalu lintas. Rincian tindakan itu berupa teguran terhadap 612 pelanggar dan 222 pelanggar dikenakan tilang elektronik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kemarin, Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengklaim angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada arus mudik Lebaran 4-10 April 2024 mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Dia menyebut angka itu berdasarkan hasil evaluasi arus mudik sebelum lebaran hingga 10 April 2024.
“Laka lantas penurunan 12 persen, dari 1.723 kasus menjadi 1581 kasus,” kata Aan Suhanan dalam keterangan resminya, Kamis, 11 April 2024.
Aan merincikan dari total angka tersebut korban meninggal turun 0,04 persen, luka berat 19 persen, dan luka ringan 18 persen. Dia menyebut angka ini telah dibandingkan dengan Operasi Ketupat 2023.
Meski angka kecelakaan lalu lintas menurun pada arus mudik Lebaran tahun ini, Kakorlantas menyatakan prihatin atas kecelakaan di KM 58 Tol Cikampek dan kecelakaan bus Rosalia Indah di KM 370 Tol Batang. Kecelakaan beruntun di KM 58 Tol Cikampek menyebabkan 12 orang tewas dan kecelakaan tunggal bus Rosalia Indah merenggut tujuh korban jiwa.