Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Berita Tempo Plus

Malam bencana bagi yuni

Yuni, 14 tahun, diperkosa sebelas pemuda. pelakunya antara lain ambar dan muhari tetangga yuni. polresta surakarta sedang memburu para pelaku.

30 Januari 1993 | 00.00 WIB

Malam bencana bagi yuni
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

KECANTIKAN gadis berusia 14 tahun ini menyenangkan. Apalagi jika ia tersenyum, wajahnya yang manis dibantu sinar bola matanya yang bagus. Itulah Yuni (maaf, namanya kami samarkan) yang tampak sehari-hari selama ini. Sayang, sejak awal Januari lalu senyum gadis yang mulai mekar ini kini jarang terlihat lagi. Petang itu Yuni disuruh ibunya menagih janji kepada tetangganya di Tegalmulyo, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Sewaktu berangkat tidak ada kelainan pada anak yang pernah duduk di kelas II Sekolah Dasar ini. Ringan saja ia melakukan tugasnya. Ayahnya, Marimin, penarik ojek. Ibunya, Sumiati, bekerja di pabrik permen karet. Ketika pulang melewati jalan di kampung yang tidak berlistrik itu dua pasang mata sudah mengintai Yuni dari sudut jalan. Mereka adalah Ambar, 18 tahun, dan Muhari, 20 tahun. Keduanya tetangga gadis itu. Tapi di jalan gelap, yang hanya 30 meter dari rumahnya, Yuni diringkus dua pemuda itu sambil membekap mulutnya dengan selembar handuk. Meskipun berusaha meronta, Yuni tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman penyergap. Pisau ditodongkan pemuda itu ke leher Yuni. Kemudian Yuni diseret ke sebuah rumah yang sering kosong ditinggalkan pemiliknya. Di rumah yang jauh dari rumah Yuni itu sudah menunggu sembilan pemuda. Dan terjadilah peristiwa itu: Yuni diperkosa secara bergiliran, sekitar dua setengah jam, oleh sebelas anak muda. Kejadian yang mengguncangkan sanubari Yuni itu bisa lebih lama seandainya Wito, pemilik rumah, tidak segera pulang. Ia menghentikan perbuatan mereka yang bisa diancam pidana berat itu, lalu mengantar Yuni pulang ke rumahnya. Namun Wito, 20 tahun, sempat diancam. ''Awas jika kau ceritakan perbuatan kami kepada siapa pun,'' kata seorang dari pemuda yang dikenal tukang bikin onar itu kepada Wito. Maka kejadian yang menimpa Yuni itu tersimpan lama. Yuni terlihat sering melamun, gelisah, dan mudah terkejut. Ibunya menduga anaknya masuk angin, lalu badan Yuni dikerokinya. Toh tak ada perubahan. Sedangkan Marimin punya dugaan lain: sakit ingatan yang pernah diderita anaknya itu kambuh lagi. Kemudian kedua orang tua itu tidak puas dengan dugaan-dugaan saja. Mereka mendesak Yuni menceritakan apa yang menyebabkan perubahan pada dirinya. ''Saya diperkosa,'' kata Yuni akhirnya. Ia sesenggukan ketika menceritakan kejadian yang menimpa dirinya seminggu lalu. ''Kalau saya ceritakan perbuatan mereka itu kepada orang lain, mereka mengancam hendak membunuh saya,'' katanya. Karena itu akhirnya Yuni bungkam saja. Mendengar cerita Yuni itu Sumiati menjerit dan pingsan. Marimin juga tidak bisa me ngendalikan amarah. Malam itu rumahnya yang sederhana dan tidak berlistrik itu akhirnya dipenuhi tetangga. Disertai kerabat dan tetangga, Marimin mendatangi rumah Ambar yang letaknya berseberangan jalan dengan tempat ia tinggal. Terlambat. Ambar yang diduga ikut memperkosa Yuni sudah minggat dari rumah orang tuanya. Ia duduk di kelas II SMTA. Demikian juga ketika mereka beramai-ramai menuju rumah Muhari, sahabat Ambar dikala bermabuk-mabukan itu, anak ini sudah menghilang. Pelaku lainnya, menurut Yuni, tidak dikenalnya. Inilah yang menyulitkan polisi mengusutnya. Walau demikian, Letnan Kolonel Alatin Mega Simanjuntak, Kapolresta Surakarta, yang ditemui M. Faried Cahyono dari TEMPO berjanji dan berusaha menangkap mereka. ''Sampai saat ini kami terus memburunya. Saya perkirakan awal Februari nanti kami sudah bisa menangkap pelakunya,'' katanya. Rustam F. Mandayun

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus