Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Pembunuhan Mahasiswa UI, Utang Pinjol, dan Kebutuhan Pendidikan Keuangan dari Jenjang SD

Kasus pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan (19 tahun) kembali menyeret soal pinjaman online atau pinjol.

6 Agustus 2023 | 10.54 WIB

Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya, saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Perbesar
Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya, saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Depok - Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia atau UI, Devie Rahmawati, menyebut kasus pembunuhan mahasiswa UI oleh seniornya mengingatkan pentingnya pendidikan atau literasi pengelolaan keuangan. Masih pada tahun ini pula, Devie mengingatkan, ada kasus mutilasi dengan latar belakang yang sama, terlilit utang pinjaman online atau pinjol.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut dosen program studi Vokasi UI ini, sederet kasus bunuh diri yang di latar belakangi problem utang terus menghiasi pemberitaan media nasional. "Sumber konflik dan perpisahan dalam keluarga akibat urusan keuangan," kata Devie, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Karenanya, Devie melanjutkan, tidak heran di banyak negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Jepang, orang tua sudah mengenalkan konsep keuangan sejak usia anak-anak. Mulai dari mana sumber sumber uang sampai bagaimana cara mengelola uang.

Dia menekankan, pengetahuan tentang keuangan bukan sekadar menabung atau investasi semata. Tapi juga bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras, mampu mengelola keinginan yang tanpa batas, lalu memahami skala prioritas terhadap kebutuhan hidup.

"Sehingga mampu berpikir logis dan terbiasa melakukan riset tentang investasi atau berutang seperti apa yang tidak akan mengganggu kualitas hidupnya," ujarnya.

Devie juga menilai perlu mengapresiasi tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang tengah menggodok kurikulum tentang literasi keuangan dari jenjang sekolah dasar. "Semoga hal ini dapat menjadi salah satu jalan ke luar jangka panjang untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pembunuhan."

Sebelumnya, Wakil Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok AKP Nirwan Pohan mengungkap motif pembunuhan Muhammad Naufal Zidan (19 tahun), mahasiswa Jurusan Sastra Jerman, di kamar kosnya karena keinginan menguasai harta benda milik korban. Tersangka pelakunya, Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), mengaku membunuh adik kelasnya lantaran mengalami kerugian investasi aset digital mata uang kripto.

Nirwan menyebut, dari kerugian inilah, pelaku mulai banyak berutang, termasuk dari pinjaman online. Nirwan membeberkan pelaku merugi Rp 80 juta dari investasi kripto sekaligus memiliki utang Rp 15 juta. Pelaku kebingungan untuk melunasi utang-utangnya, sehingga nekat melakukan pembunuhan terhadap adik kelas. Tujuannya, menguasai barang korban yang rencananya dipakai untuk melunasi utang. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus