Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hukum

Polri: Terduga Teroris Merauke Ikut Kajian Bersama Kelompok Bom Makassar

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menyebut teroris Merauke satu kajian dengan kelompok bom Makassar.

7 Juni 2021 | 16.21 WIB

Petugas kepolisian menjaga sekitar rumah terduga teroris usai penggerebekan di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 15 April 2021. Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror Mabes Polri bersama Polda Sulsel menembak mati seorang terduga teroris jaringan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar karena melawan saat penggerebekan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Perbesar
Petugas kepolisian menjaga sekitar rumah terduga teroris usai penggerebekan di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 15 April 2021. Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror Mabes Polri bersama Polda Sulsel menembak mati seorang terduga teroris jaringan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar karena melawan saat penggerebekan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menemukan bukti hubungan 11 orang terduga teroris yang ditangkap di Marauke dengan kelompok teroris Villa Mutiara Makassar. Kelompok Vila Mutiara ini diduga terlibat insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar (bom Makassar).

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, mereka berkaitan lantaran pernah mengikuti kajian bersama. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Iya mereka saling berkaitan dan pernah ketemu dalam kajian," ujar Rusdi di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 7 Juni 2021.

Namun, ia tidak menyebut apakah 11 terduga teroris Marauke mengetahui rencana aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Tengah, pada Maret 2021 lalu. 

Densus 88 meringkus 11 orang terduga teroris di Merauke, Papua. Mereka pun telah ditahan sejak 28 Mei. Kepolisian menyebut 11 terduga teroris itu telah mengincar tiga tempat sebagai sasaran beraksi. "Mereka merencanakan aksi teror di gereja, Markas Kepolisian Resor Merauke, serta Satuan Lalu Lintas di Polres," ucap Rusdi.

Menurut Rusdi, kelompok itu bergerak ke Papua karena operasi yang dijalankan Densus 88 semakin mempersempit ruang gerak mereka.

"Karena Densus 88 terus melakukan kegiatan yang mempengaruhi gerak mereka semakin sulit. Maka itu, sasaran aksinya semakin menjauhi pusat kota," kata Rusdi soal hubungan teroris Merauke dengan kelompok bom Makassar. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus