Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
SEMBARI menenteng amplop kertas cokelat, Helpandi berjalan menuju kantornya di gedung Pengadilan Negeri Medan, Kamis pagi pekan lalu. Dia baru saja beranjak dari warung tidak jauh dari kantor pengadilan. Langkah Helpandi terhenti ketika sejumlah orang berseragam rompi Komisi Pemberantasan Korupsi menghampirinya. ”Dia sempat berontak saat hendak ditangkap,” ujar Mudhi, saksi yang menyaksikan kejadian itu, kepada Tempo pada Kamis pekan lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo