Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Aparat Keamanan Irak Tembaki Pendemo, 18 Orang Tewas

Aparat keamanan Irak menembak pendemo dengan peluru tajam, yang menewaskan 18 orang dan melukai 800 orang ketika demonstrasi di Karbala.

30 Oktober 2019 | 08.30 WIB

Pendemo duduk di dekat kantor gubernur Karbala selama protes anti-korupsi, kurangnya pekerjaan dan layanan yang buruk di Karbala, Irak pada 26 Oktober 2019. [REUTERS]
Perbesar
Pendemo duduk di dekat kantor gubernur Karbala selama protes anti-korupsi, kurangnya pekerjaan dan layanan yang buruk di Karbala, Irak pada 26 Oktober 2019. [REUTERS]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Aparat keamanan Irak menembak pendemo dengan peluru tajam, yang menewaskan 18 orang dan melukai 800 orang ketika demonstrasi di Karbala pada Selasa.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Serangan semalam menargetkan kamp demonstran yang didirikan di Education Square kota suci Karbala hanya 2 km dari makam Imam Hussein yang terkenal, menurut saksi mata, seperti dilaporkan The Independent, 30 Oktober 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Amnesty International dan kepala departemen kesehatan Karbala mengeluarkan angka korban lebih rendah. Kelompok hak asasi manusia mengatakan sedikitnya 14 telah terbunuh dan lebih dari 100 orang terluka.

Mereka mendesak pemerintah Irak untuk segera mengendalikan pasukan keamanannya karena mereka telah menggunakan kekuatan yang berlebihan dan mematikan.

Rekaman video dilaporkan diambil di tempat kejadian dan dibagikan secara online menunjukkan para demonstran berlari mencari perlindungan, ketika tembakan senapan mesin terdengar.

Dikutip dari Al Jazeera, para pejabat lokal di kota Karbala, Irak selatan, membantah laporan bahwa orang-orang bersenjata bertopeng menembaki para pemrotes yang melakukan demonstrasi anti-pemerintah, menewaskan beberapa orang.

Reuters, mengutip sumber-sumber medis dan keamanan, menyebutkan jumlah korban tewas setidaknya 14 orang. Sumber-sumber keamanan secara terpisah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa empat orang telah tewas oleh tembakan langsung.

Namun Naseef al-Khitaby, gubernur Karbala, menolak laporan itu sebagai berita palsu.

"Ada berita palsu dan palsu yang beredar di media sosial tentang peristiwa yang belum terjadi dan korban yang belum terjadi," kata al-Khitaby kepada wartawan pada konferensi pers.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran anti-pemerintah di Baghdad, Irak, 26 Oktober 2019.[CNN]

Kepala polisi Karbala juga membantah bahwa setiap pengunjuk rasa telah terbunuh dan mengatakan hanya satu orang yang tewas dalam insiden kriminal yang tidak berhubungan, menyebut rekaman tembakan yang ditembakkan kepada pengunjuk rasa yang berbagi di media sosial dibuat untuk menghasut.

Bantahan datang di tengah berbagai kesaksian dan jumlah korban tewas terkait insiden yang dilaporkan di Karbala Education Square, tempat para pendemo mendirikan tenda sebagai bagian dari aksi duduk.

Saksi lain mengatakan ratusan pendemo berada di tenda ketika seseorang melepaskan tembakan dari mobil yang lewat. Kemudian, orang-orang bersenjata bertopeng hitam tiba dan mulai menembaki para pendemo dan tenda-tenda terbakar.

Insiden Selasa datang ketika rakyat Irak turun ke jalan-jalan di seluruh negeri selama lima hari berturut-turut untuk memprotes korupsi resmi, pengangguran massal dan kegagalan layanan publik.

Demonstrasi antipemerintah tanpa pemimpin ini digelar spontan pada awal Oktober. Massa direspons secara represif oleh pasukan keamanan, yang telah menggunakan gas air mata, peluru karet dan amunisi tajam dalam upaya untuk memecah demonstrasi.

Puluhan orang telah tewas sejak demonstrasi di Irak berlanjut pada hari Jumat, sementara lebih dari 150 orang lainnya tewas selama protes tiga minggu lalu dalam respons keras aparat keamanan Irak.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus