Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di Cina bagian tengah, babak belur dengan luka sangat dalam pada bagian kakinya karena dipukuli oleh ayahnya. Pemukulan dilakukan karena si anak tidak menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolah atau PR, tepat waktu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Identitas anak tersebut tidak dipublikasi, hanya disebutkan dia duduk di kelas tiga di sebuah sekolah di Chenzhou, Provinsi Hunan. Dia diketahui diberikan PR oleh gurunya yang harus dikerjakan selama libur musim dingin. Namun anak tersebut gagal menyelesaikannya sebelum sekolah dimulai lagi pada Kamis lalu, 21 Februari 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ketika mengetahui hal ini, ayah dari anak tersebut marah. Dia meminta anaknya berlutut dan mulai memukuli. Ketika nenek si anak berusaha menengahi, si ayah malah semakin marah dan mengambil sebilah pisau dapur. Dia lalu menusuk anaknya dengan pisau itu.
Ilustrasi anak terluka. guiainfantil.com
Si ayah tak sadar betapa buruknya luka yang telah dibuatnya hingga sang anak memintanya agar membantu menghentikan darah yang mengucur akibat tusukan pisau di bagian kakinya.
Dikutip dari asiaone.com, Minggu, 24 Februari 2019, akibat pukulan yang diterimanya, anak tersebut mengalami luka di bagian kepala, punggung, kedua paha serta sebuah luka dalam akibat tusukan pisau di bagian kakinya.
“Ada sebuah luka yang besar di bagian kaki anak tersebut yang membutuhkan waktu setidaknya dua pekan untuk proses penyembuhan. Anak ini sementara harus menggunakan kruk untuk berjalan selama beberapa hari,” kata dokter.
Ayah si anak yang namanya juga tidak dipublikasi, dikenal suka memukuli anaknya. Namun Ibu tiri si anak mengatakan anak tersebut sering tak mau mengerjakan PR sehingga membuatnya dan suaminya kesal. Tidak ada laporan apakah kepolisian setempat telah menginvestigasi kasus ini.