Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Facebook melakukan take down terhadap materi kampanye Presiden Amerika Donald Trump pada Kamis kemarin. Penyebabnya, karena Trump diduga mengorganisir kebencian. Facebook mendapati tim kampanye Trump menggunakan simbol terkait Nazi di kampanyenya.
Dikutip dari Reuters, simbol yang digunakan oleh kubu Trump di kampanyenya adalah segitiga merah terbalik. Simbol tersebut, dulu, digunakan Nazi untuk menandai mereka yang merupakan tahanan politik
"Kebijakan kami melarang mereka menggunakan simbol tahanan politik tanpa memberikan konteks yang mengancam ataupun mendiskusikan makna simbol tersebut," ujar Facebook dalam pernyataan persnya, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 19 Juni 2020.
Menanggapi aksi Facebook, juru bicara tim sukses Trump, Tim Murtaugh, menyebut platform milik Mark Zuckerberg tersebut lupa melihat konteks postingan. Murtaugh berkata, postingan Trump adalah ajakan kepada warga Amerika untuk melawan organisasi Antifa. Segitiga terbalik, kata Murtaugh, adalah simbol organisasi tersebut. Facebook melakukan takedown terhadap postingan Donald Trump karena memuat simbol yang digunakan Nazi untuk tahanan politik
Sebagaimana diketahui, administrasi Trump menuduh Antifa sebagai dalang berbagai kerusuhan yang terjadi di Amerika akhir-akhir ini. Namun, mereka tidak memiliki bukti konkret bahwa Antifa benar terlibat atau tidak.
"Segitiga terbalik adalah simbol Antifa, jadi digunakan untuk kampanye tentang organisasi tersebut," ujar Murtaugh.
"Setahu kami, Facebook juga masih memiliki emoji segitiga terbalik yang terlihat sama persis. Kami jadi penasaran kenapa mereka menyasar kampanye kami. Segitiga terbalik juga tidak ada dalam database Anti-Defamation League untuk kategori simbol kebencian," Ujar Murtaugh menambahkan.
CEO dari Anti-Defamation League, Jonathan Greenblatt, mengatakan bahwa segitiga terbalik jelas-jelas merupakan simbol yang digunakan Nazi untuk tahanan politik. Ia mengaku heran kenapa kubu Trump berani menggunakannya.
"Bagaiamana Trump menggunakan simbol itu untuk menyerang musuhnya benar-benar bermasalah," ujar Greenblatt. Perihal segitiga terbalik tidak ada di database ADL, ia menjelaskan bahwa organisasinya hanya mencatat simbol yang umum digunakan oleh kelompok ekstrimis dan supremasi putih.
Mark Bray, sejarawan dari Rutgers University dan penulis Antifa: The Anti-Fascist Handbook, menambahkan bahwa simbol segitiga terbalik lebih banyak digunakan di Jerman dan Inggris pasca Perang Dunia II. Ia mengaku belum pernah melihat pemakaiannya oleh Antifa di Amerika.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perbaikan tanggal karena perbedaan waktu Amerika dan Indonesia. Atas koreksinya, kami mohon maaf.
ISTMAN MP | REUTERS
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini