Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Internasional

Hamas Merilis Video Sandera AS di Gaza Masih Hidup

Hamas merilis video sandera AS yang masih hidup. Pria bernama Edan Alexander itu adalah tentara Israel berkewarganegaraan ganda.

13 April 2025 | 11.21 WIB

Tentara Israel berjaga di Jalur Gaza, 18 Januari 2009. shutterstock.com
Perbesar
Tentara Israel berjaga di Jalur Gaza, 18 Januari 2009. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Sayap bersenjata Hamas merilis sebuah video pada Sabtu, 12 April 2025 yang menunjukkan seorang sandera masih hidup di Gaza. Israel menyebut bahwa sandera itu adalah warga Israel Amerika Serikat bernama Edan Alexander.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Dilansir dari Al Arabiya, Brigade Ezzedine al-Qassam menerbitkan klip berdurasi lebih dari tiga menit. Video itu memperlihatkan sandera duduk di sebuah ruang kecil dan tertutup.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam video tersebut, sandera mengatakan bahwa ia ingin pulang ke rumah untuk merayakan liburan. Israel saat ini sedang merayakan Paskah, hari raya yang memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.

Dalam video tersebut, sandera tersebut tampak berbicara di bawah tekanan. Ia berkali-kali membuat gerakan tangan saat mengkritik pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena gagal membebaskannya.

Video tersebut dirilis beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan bahwa militer Israel telah merebut poros Morag baru antara kota selatan Rafah dan Khan Younis. Katz juga menguraikan rencana untuk memperluas serangan militer yang sedang berlangsung di sebagian besar Jalur Gaza.

Dalam pernyataan terpisah Sabtu sebelumnya, Hamas mengatakan operasi Israel di Gaza tidak hanya membahayakan warga sipil Palestina tetapi juga para sandera yang tersisa. Serangan tersebut tidak hanya membunuh warga sipil yang tak berdaya tetapi juga membuat nasib tawanan pendudukan (sandera) menjadi tidak pasti.

Media Israel, Times of Israel, menyebut bahwa Alexander berusia 21 tahun yang memiliki kewarganegaraan ganda. Ia adalah seorang prajurit tunggal yang ditempatkan di dekat Jalur Gaza pada pagi hari tanggal 7 Oktober 2023. Ia ditawan oleh Hamas bersama dengan 250 sandera lainnya. 

Ini adalah video kedua yang dipublikasikan Hamas tentang Alexander. Pada November, Hamas merilis video pertama tentang tentara yang disandera tersebut.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus