Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TUJUH tahun lalu, roda kehidupan Abdu Rahman, pengungsi Rohingya 25 tahun, berputar ke titik terendah. Genosida di Myanmar mengubahnya menjadi yatim-piatu. Ayahnya yang bekerja sebagai guru bahasa Arab, Monir Ahmad, juga ibunya, meninggal pada 2017.
Mitra Tarigan, Dian Yuliastuti, Savero Aristia Wienanto, Anggun R Alifah dari Pekanbaru, dan Putri Zuhra Furna dari Aceh berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Derita Rohingya Tak Berujung". Artikel ini bagian dari jurnalisme konstruktif yang didukung International Media Support