Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina menyebut sedang berusaha bekerja sama baik secara bilateral maupun multilateral untuk memerangi penipuan online dan perjudian daring ilegal di perbatasan Thailand, Myanmar dan Cina.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kementerian Luar Negeri Cina akan terus bekerja sama dengan otoritas yang berwenang untuk mengarahkan kedutaan dan konsulat kami di luar negeri agar dapat menangani kasus-kasus yang membutuhkan bantuan konsuler dengan baik, dan melindungi keselamatan warga Cina di luar negeri," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Senin seperti dilansir Antara.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pejabat tinggi dari Myanmar, Cina dan Thailand telah tiba di kota Myawaddy, Myanmar, untuk membicarakan upaya pemberantasan penipuan dan perjudian daring ilegal di kota perbatasan tersebut.
Sejak 30 Januari hingga 16 Februari 2025, mereka telah memeriksa dan menahan 1.030 pendatang ilegal. Myanmar telah memulangkan sebagian dari mereka yang ditahan, sebagian lain diproses sesuai prosedur hukum untuk memulangkan mereka segera ke negara asal.
Pada Jumat pekan lalu, Duta Besar Cina untuk Myanmar Ma Jia dan Asisten Menteri Keamanan Publik Liu Zhongyi yang sedang berkunjung, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Myanmar U Than Swe dan Menteri Dalam Negeri Myanmar Tun Tun Naung.
"Kejahatan serius yaitu perjudian daring dan penipuan yang terjadi di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar, mengancam nyawa dan harta benda warga Cina dan Thailand, dan negara-negara terkait lainnya, serta mengganggu lalu lintas perjalanan masyarakat dan kerja sama antara negara-negara regional," ujar Guo Jiakun.
Ikut memerangi perjudian daring dan penipuan, ungkap Guo Jiakun, menunjukkan komitmen Cina terhadap filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat.
"Ini adalah pilihan yang harus diambil untuk menjaga kepentingan bersama negara-negara regional, dan memenuhi aspirasi bersama rakyat semua negara," tutur Guo Jiakun.
Guo Jiakun mengungkapkan Cina sedang melaksanakan kerja sama bilateral dan multilateral yang aktif dengan negara-negara termasuk Thailand dan Myanmar.
"Kami melakukan berbagai cara untuk mengatasi gejala dan akar penyebabnya serta bekerja sama untuk mencegah pelanggar hukum melintasi perbatasan, sehingga dapat bersama-sama memberantas masalah perjudian daring, penipuan, menjaga kehidupan dan aset masyarakat, serta menegakkan ketertiban pertukaran dan kerja sama antarnegara kawasan," ungkap Guo Jiakun.
Myanmar, Kamboja dan Laos, yang berbatasan dengan Thailand, telah dikenal sebagai surga bagi sindikat kriminal yang diperkirakan telah memaksa ratusan ribu orang di Asia Tenggara dan tempat lain untuk menjalankan praktek penipuan daring termasuk kencan palsu, promosi investasi palsu, skema perjudian ilegal, hingga perdagangan manusia.
Penipuan semacam itu telah meraup puluhan miliar dolar dari para korban di seluruh dunia, sementara orang-orang yang direkrut untuk bekerja di lokasi itu sering kali tertipu karena iming-iming pekerjaan palsu tapi sebenarnya menjalankan perbudakan virtual.
Sejak 2023, setidaknya sudah ada ribuan warga dari 20 negara yang diselamatkan dari lokasi-lokasi tersebut antara lain warga Cina, Malaysia, Pakistan, Kenya, Filipina, Ethiopia, Indonesia, Nepal, Taiwan, Uganda, Laos, Brasil, Burundi, Tanzania, Bangladesh, Kamboja, Sri Lanka, Nigeria, Ghana dan India.
Laporan di media Thailand mengatakan milisi etnis Myanmar yang menguasai wilayah tempat mereka ditahan yaitu Tentara Pembebasan Nasional Karen ikut membebaskan para pekerja dan membawa mereka ke perbatasan. Sementara pemerintah junta militer Myanmar hanya punya sedikit kendali di wilayah perbatasan tersebut.