Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Republik Cek Dukung Amerika Serikat dan Israel soal Serangan Hamas

Menteri Pertahanan Republik Cek menganggap Hamas sebagai teroris

30 Oktober 2023 | 13.00 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Personil darurat bekerja di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, ketika konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 27 Oktober 2023. REUTERS/Mohammed Salem

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Republik Cek Jana Cernochova mengkritik kalau PBB telah kehilangan kredibilitasnya dan Republik Cek lebih baik angkat kaki dari organisasi internasional itu. Ucapan Cernochova itu, berkaca pada hasil pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pada Jumat, 27 Oktober 2023, di mana sebagian besar anggota PBB mendukung gencatan senjata segera antara Israel - Hamas, dan PBB memberikan dukungan itu belakangan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam sebuah unggahan di X (dulu Twitter) pada Sabtu, 28 Oktober 2023, Cernochova mengatakan ada 14 negara, termasuk Republik Cek, yang berdiri melawan serangan teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh Hamas. Hal ini membuat Cernochova merasa malu dengan PBB.

 

“Menurut pandangan saya, Republik Cek tidak bisa berharap pada sebuah organisasi yang mendukung terorisme dan tidak menghormati hak-hak dasar dalam membela diri. Ayo kita keluar,” kata Cernochova.   

    

Pada Jumat, 27 Oktober 2023, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata demi kemanusiaan yang mengarah pada penghentian permusuhan di Gaza. Dalam pemungutan suara soal resolusi tersebut,  total 121 negara anggota Dewan Keamanan PBB mendukung gencatan senjata, 44 negara memilih abstain dan 14 negara menentangnya. Di antara 14 negara menolak gencatan senjata itu adalah Amerika Serikat dan Israel. Resolusi itu diadopsi setelah Dewan Keamanan PBB gagal mencapai sebuah konsesnsus pada empat draft yang disorongkan.

 

Dokumen tersebut mendesak Israel, Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya yang terlibat dalam konflik agar melindungi warga sipil dan infrastruktur serta personil kemanusiaan dan fasilitas – fasilitasnya. Dokumen itu juga menekankan pentingnya pengiriman barang-barang kebutuhan pokok dan jasa ke warga Gaza. Disepakati pula agar warga sipil yang dijadikan sandera yang saat ini ditahan Hamas segera dibebaskan tanpa syarat. Pembentukan Palestina sebagai sebuah negara yang merdeka seperti yang tercantum dalam resolusi-resolusi PBB sebelumnya adalah satu-satunya cara menuju perdamaian di Kawasan Timur Tengah. Sayangnya, resolusi ini tidak bersifat mengikat dan hanya bermakna simbolis.     

Sumber: RT.com 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus