Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, London -- Bekas Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, terlihat berfoto di depan pusat perbelanjaan ekslusif Harrods di London pada Kamis, 4 Januari 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Yingluck merupakan buron pemerintah Thailand dalam kasus korupsi pengadaan beras. Dia menghilang dari Thailand pada Agustus 2017 saat kehadirannya ditunggu di Pengadilan Tinggi Thailand. Yingluck dijatuhi hukuman penjara lima tahun lewat peradilan in absentia pada 27 September 2017.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca: Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya
Dia divonis bersalah karena diangap gagal menghentikan praktek korupsi dalam program pengadaan beras pemerintah dengan kerugian negara sekitar Rp107 triliun.
Baca: Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra Kini Berkebun
Belakangan diketahui, Yingluck telah melarikan diri lewat Kamboja, lalu ke Dubai dan sekarang berada di London. Para pendukungnya menilai dakwaan itu hanya upaya dari musuh politik untuk mencegah keluarga Shinawatra berada di pentas politik.
"Sebuah foto menunjukkan Yingluck sedang tersenyum di depan pusat perbelanjaan Harrods bersama seorang perempuan di kawasan London's Knightsbridge," begitu dilansir media Daily Mail, Jumat, 5 Januari.
Foto ini tersebar di media sosial lewat akun @Zenjournalist dan laman Facebook Andrew MacGregor Marchall dan dikenali seorang turis asal Thailand. Ini merupakan foto kedua setelah sebelumnya foto seseorang mirip Yingluck juga beredar. Orang yang mirip dengan Yingluck ini terlihat sedang berbelanja di pusat perbelanjaan Westfield di kawasan Shepperd's Bush pada 26 Desember 2017.
Wakil Kepala Polisi Nasional Thailand, Jenderal Srivara Ransibrahmanakul, mengatakan akan berkoordinasi dengan otoritas penegak hukum Inggris lewat jalur interpol untuk mengusut kebenaran foto ini.
Sedangkan Mayor Jenderal Polisi Tawatchai mekprasert, yang merupakan direktur divisi ilmu forensik polisi nasional, mengatakan foto itu diyakini asli.
Menurut berita sebelumnya, pemerintah Thailand telah mencabut paspor Yingluck pada Oktober 2017. Dia memiliki empat paspor, yaitu dua paspor pribadi dan dua diplomatik.
Abang Yingluck, Thaksin Shinawatra, juga terbelit kasus korupsi dan melarikan diri untuk menghindari proses pengadilan. Ini membuat Thaksin tergeser dari posisinya sebagai perdana menteri pada 2006. Thaksin memiliki rumah di Dubai. Dan kepala junta militer Thailand, Prayut Chan-O-Cha, mengatakan Yingluck juga berada di sana pada September lalu.
Ada dugaan junta militer Thailand membuat kesepakatan dengan kedua mantan perdana menteri ini agar keluar dari Thailand. Tudingan ini dibantah pihak junta.
Keluarga Shinawatra sangat populer di kawasan pedesaan Thailand, yang mendukung program kesejahteraan untuk rakyat kecil besutan Thaksin dan Yingluck. Namun, keduanya dibenci dikalangan elit Bangkok yang merupakan persekutuan kelompok elit dan militer.
Mereka menuding kedua Shinawatra sebagai oportunis, korup dan mengganggunya dengan upaya kudeta, putusan pengadilan dan protes massa.
Junta mengatakan akan menggelar pemilihan Presiden pada Nopember 2018 namun pengetatan aktivitas politik masih berlangsung di Thailand saat ini. Kasus eks PM Yingluck ini menjadi perhatian domestik Thailand dan dunia internasional.
DAILY MAIL | BANGKOK POST | GULF TIMES