Dua pekan sebelum kasus mutilasi Abby Choi terungkap, ia muncul di sampul majalah fashion dan gaya hidup mewah L'Officiel Monaco. Ia tampak glamor dalam balutan gaun berwarna nude.
Namun sejak Selasa lalu, model berusia 28 tahun itu dilaporkan hilang. Dan pada hari Jumat, tubuhnya tanpa kepala ditemukan di sebuah rumah desa di Tai Po, pinggiran kota di Hong Kong.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 dunia kemarin dimulai dari fenomena alam tak biasa di Arab Saudi. Gurun pasir di Arab Saudi yang ditumbuhi oleh bunga lavender menarik perhatian namun justru membuat takut warganet. Hal ini karena Arab Saudi yang makin subur adalah tanda-tanda akhir zaman.
Berita top 3 dunia kedua adalah daftar negara-negara yang memindahkan ibu kotanya selain Indonesia. Terakhir soal kasus pembunuhan Abby Choi, sosialita Hong Kong yang menghebohkan. Berikut berita selengkapnya:
1. Ini Penyebab Gurun Pasir di Arab Saudi Ditumbuhi Lavender, Tanda Akhir Zaman?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Usai dikabarkan bakal membangun The Mukaab dan NEOM dengan biaya fantastis, Arab Saudi kembali menjadi sorotan. Fenomena langka mekarnya tanaman lavender di hamparan gurun pasir membuat geger masyarakat dunia. Beberapa warganet merasa takjub dan sebagian lainnya justru takut karena menganggap sebagai tanda-tanda akhir zaman.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Pemandangan ini indah sekali. Masya Allah bunga lavender tumbuh di tengah gurun pasir Arab Saudi musim dingin”, tulis @bangonim di Twitter.
Dikutip dari The South African, gurun pasir yang diselimuti bunga-bunga ungu berada di Arab Saudi bagian utara. Tepatnya di Kota Rafha dekat dengan perbatasan Irak. Berjarak sekitar 770 kilometer (480 mil) dari ibu kota Riyadh.
“Pemandangan seperti ini berlangsung 15 sampai 20 hari dalam setahun. Kami datang ke sini khusus untuk menikmatinya”, kata Karaani.
Baca di sini selengkapnya.
2. Seluk-beluk IKN: Selain Indonesia, Berikut Negara di Kawasan Asia Pernah Pindah Ibu Kota
Ibu Kota Indonesia akan pindah dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 2024 dengan julukan Ibu Kota Negara disingkat IKN Nusantara.
Pemindahan ibu kota ini menurut Presiden Jokowi untuk mengurangi beban Pulau Jawa. Sebab pulau itu sudah bertahun-tahun menjadi pusat kegiatan perekonomian dan masyarakat Indonesia. Daya dukung lingkungan Pulau Jawa yang dihuni oleh 54 persen dari total penduduk Indonesia sudah terlalu rendah karena banyaknya beban yang ditimbulkan dari memusatnya segala kegiatan masyarakat di Pulau Jawa.
Laman its.ac.id menyebutkan pada tahun 2020 diadakan penyiapan regulasi. Tahun selanjutnya dilakukan penyediaan lahan dan persiapan Detail Engineering Design (DED). Pembangunan kawasan inti pada tahun 2022-2024, hingga tahap pembangunan kawasan pendukung dan pemindahan kantor-kantor lembaga negara yang dijadwalkan selesai pada 2045.
Pemindahan ini diproyeksikan akan menelan anggaran sebesar Rp 466 Triliun yang akan bersumber dari APBN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan investasi langsung swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta membutuhkan lahan seluas 3.000 hektar.
Pemindahan ibu kota sudah pernah dilakukan beberapa negara di kawasan Asia. Diantaranya Myanmar yang memindahkan ibu kotanya dari Yangon ke Naypyidaw dan Malaysia yang hanya memindahkan kantor-kantor pemerintahannya ke Putrajaya.
Pemindahan ibu kota Myanmar dari Yangon ke Naypyidaw dicetuskan pada tahun 2001 dan rampung pada 2005. Myanmar memindahkan ibu kotanya hanya karena memenuhi ambisi pimpinan militer sekaligus pimpinan negara Myanmar pada saat itu, Than Shwe. Keputusan pemindahan ibu kota oleh Than Shwe diduga dilatarbelakangi oleh tradisi Raja Burma yang dulu sering memindahkan ibu kota atas dasar peramal.
Meski begitu, ada alasan rasional dibalik pemindahan ibu kota Myanmar. Menurut Than Shwe, iklim Naypyidaw lebih aman daripada Yangon yang sering dilalui oleh badai siklon. Selain itu, posisinya yang berada di tengah negara Myanmar diharapkan dapat dijangkau oleh semua masyarakat. Ambisinya, Naypyidaw akan menjadi setara dengan Canberra di Australia dan Brasilia di Brazil, menjadi ibu kota dan pusat ekonomi masyarakat yang bersih dari polusi.
Simak selengkapnya di sini.
3. Profil Abby Choi, Sosialita Hong Kong yang Tewas Dimutilasi Eks Suami
Kasus mutilasi Abby Choi, model dan sosialita Hong Kong menggegerkan publik. Tubuhnya dicincang oleh eks suami dan keluarganya. Dengan keji, para tersangka juga memasak tubuh Abby Choi. Polisi menemukan kepala Abby Choi dalam panci sop di sebuah rumah yang disewa oleh eks mertuanya.
Abby Choi adalah ikon fesyen yang merupakan salah satu pemberi pengaruh yang paling dicari di industri ini. Dia memiliki lebih dari 84.000 pengikut di Instagram dan menjadi trendsetter. Dia sangat menyukai gaya dan kemampuan untuk mencocokkan potongan berbagai model.
Penggemar Abby Choi tak hanya di Hong Kong melainkan pula di seluruh dunia. Dia hadir secara reguler dalam Paris Fashion Week dan tampil di banyak majalah ternama seperti Elle, Vogue, dan Harper's Bazaar. Ia dilaporkan berfoto dengan selebriti seperti rapper dan produser Pharrell Williams.
“Saya adalah orang yang terus menyerap inspirasi dan selalu mencoba gaya baru. Kadang-kadang, saya juga mencoba untuk berdandan lebih mewah dengan memadukan dan mengkombinasikan penampilan yang berbeda,” kata Abby Choi dalam sebuah wawancara dengan L'Officiel Monaco yang diterbitkan awal bulan ini.
Mengapa Abby Choi dibunuh? Simak berita selengkapnya di sini.
CNN | METRO.CO.UK | ARAB NEWS
Pilihan Editor: Mengenal Komunitas La Sape di Kongo, Rela Miskin asal Pakai Barang Branded