Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bahasa

Berita Tempo Plus

Dari September Hitam ke September Ceria

Pandangan komunal bahwa September adalah bulan yang ceria telah menghilangkan September hitam, bulan yang penuh tragedi. 

22 September 2024 | 00.00 WIB

September
Perbesar
September

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

SETIAP kali memasuki bulan September, beranda akun media sosial saya selalu ramai oleh status yang berbunyi “September ceria” atau “Selamat datang September” yang disertai emotikon senyum bahagia atau sejenisnya. Mereka tampaknya mengamini lagu “September Ceria” yang dipopulerkan Vina Panduwinata pada 1980-an. Menurut penciptanya, James F. Sundah, alasan lahirnya judul lagu “September Ceria” adalah faktor perubahan cuaca yang membawa kebahagiaan (keceriaan). September menjadi tanda bahwa kemarau gersang yang menyakitkan telah tiba di ujung dan berganti dengan jutaan kesejukan dan hujan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "September Ceria"

Akhmad Idris

Dosen bahasa Indonesia di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Insan Mandiri Surabaya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus