Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendapat

Berita Tempo Plus

Gagalnya Tesis Orang Baik

Preferensi moralis “orang baik memilih orang baik” membuat pilihan elektoral berubah menjadi sikap esensialis yang berbahaya. 

7 September 2019 | 00.00 WIB

Ilustrasi: Kendra Paramita
Perbesar
Ilustrasi: Kendra Paramita

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

MENGUATNYA populisme agama, kembalinya paham organisisme-negara, pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi, menyempitnya kebebasan berekspresi dan ruang sipil, serta berlarut-larutnya kekerasan di Papua telah mendatangkan tanda tanya mengenai masa depan demokrasi di Indonesia.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Gagalnya Tesis Orang Baik"

Robertus Robet

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta dan anggota tim evaluator editorial Tempo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus