Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Jalan tikus ternyata bukan jalan untuk tikus.
Jalan tikus acap digambarkan sebagai jalan jelek.
Padahal di desa-desa jalan-jalan acap bagus.
CUKUP lama terpendam sebagai cakapan lisan, “jalan tikus” tiba-tiba ramai diberitakan di berbagai media sejak Lebaran lalu, bahkan hingga saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat lantaran pandemi corona belakangan ini. Salah satu versi (penggalan) berita itu dimuat dalam Pantura Post (13 April 2021): “Polrés Tegal pan ngerahna anggotané seka Polsék nggo njaga ketat dalan kampung/ndésa/curut.” Seturut berita berbahasa Tegal itu, polisi akan dikerahkan untuk mengawasi jalan-jalan desa atawa dalan curut alias jalan tikus agar tak dilewati pemudik berbondongan pulang kampung demi menghindari tebaran liar virus yang mengganas.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo