Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendapat

Berita Tempo Plus

Pdi-ku malang

Tanggapan buat pdi dan guruh soekarno putra.

30 Januari 1993 | 00.00 WIB

Pdi-ku malang
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Suka atau tidak, akhirnya PDI -- partai yang selama ini menjanjikan perubahan -- tidak berdaya mewujudkan aspirasi pengikutnya. Saya tidak tahu, bagaimana mungkin para pemimpin PDI tanpa malumalu mengingkari apa yang pernah dijanjikannya. Mestinya para pemimpin PDI itu tahu, dengan kekalahan PDI pada pemilu yang lalu (khususnya di DKI Jakarta), pengikut PDI kecewa berat, apalagi dengan hasil Rapim yang mbalelo. Kalau ada hal lain yang bisa sedikit menyejukkan warga PDI, mungkin dengan tampilnya Guruh Soekarno Putra, yang jelasjelas akan tetap mencalonkan diri sebagai presiden. Secara realistis, Guruh memang hanya bermimpi. Hanya lampu Aladin yang bisa membuat Guruh jadi Presiden RI yang ke3. Tapi terlepas dari itu, salut buat Guruh yang berani menCapreskan diri. Guruh setidaknya sudah mendobrak budaya ABS yang, diakui atau tidak, banyak memakan korban yang tidak semestinya. Saya sebagai simpatisan PDI ingin bertanya kepada Bapak Soerjadi cs, ''Apakah Bapakbapak sekalian bisa tidur nyenyak, makan enak dan goyanggoyang kaki di kursi empuk sementara ratusan ribu orang termangumangu dengan janjimu yang kosong itu?'' PRIYANTO IR. Muara Karang BI S/41 Jakarta

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus