Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Kekhawatiran Kandungan Klorin Plastik RDF, Dinas Lingkungan Hidup: Hilang dalam Pembakaran di Pabrik Semen

Produk akhir yang dihasilkan dari RDF Plant Rorotan akan dibeli oleh PT Indocement Tunggal Perkasa (INTP).

26 Maret 2025 | 12.59 WIB

Sejumlah pekerja mengoperasikan mesin pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta, 25 Februari 2025. Antara/Sulthony Hasanuddin
Perbesar
Sejumlah pekerja mengoperasikan mesin pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta, 25 Februari 2025. Antara/Sulthony Hasanuddin

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto menjawab kekhawatiran soal kandungan klorin yang sering kali ada di plastik dalam proses Refuse-Derived Fuel (RDF). Menurut dia, plastik yang mengandung klorin dalam produk akhir dari RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, tidak menjadi masalah karena proses pembakaran di pabrik semen mampu menghilangkan zat berbahaya tersebut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Plastik itu kan menjadi sumber utama RDF, baik insinerator maupun RDF membutuhkan plastik memang dalam jumlah yang cukup besar. Kenapa? karena memang sifat plastik itu yang mudah terbakar atau combustible,” kata Asep saat kunjungan ke RDF Plant Jakarta Utara, Selasa, 25 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Asep menjelaskan, produk akhir yang dihasilkan dari RDF Plant Rorotan akan dibeli oleh PT Indocement Tunggal Perkasa (INTP). “Hasil dari RDF yang dihasilkan dari RDF Rorotan ini nanti akan dibeli oleh industri semen. Di Indocement itu mereka membutuhkan RDF ini sebagai pengganti batubara dengan spesifikasi tertentu,” tuturnya.

Menurut Asep, proses pembakaran di pabrik semen memiliki suhu sangat tinggi. “Dan pabrik semen itu, tungku bakarnya itu lebih dari 1.000 derajat Celsius, sehingga kandungan klorin, dioksin yang ada dalam plastik itu pada saat dia dibakar di pabrik semen sudah tidak mengandung lagi klorin maupun dioksin dari pembuangan asap dari Indocement,” kata dia.

Saat ini RDF Rorotan sedang dihentikan sementara untuk mengoptimalkan operasional dan memastikan seluruh aspek teknis, termasuk pengendalian bau dan emisi, terselesaikan dengan baik sebelum uji coba atau operasional kembali dilakukan.

Dinas Lingkungan Hidup Jakarta memutuskan menambah sejumlah infrastuktur, salah satunya deodorizer, untuk meredam keluhan polusi bau dari fasilitas pengelolaan sampah tersebut. Sejumlah alat itu akan disebar agar bisa beroperasi lagi pada Juli mendatang setelah dihentikan sementara sejak diresmikan Februari lalu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus