Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Motor

Cerita Motor Klasik Inggris Begitu Dicintai di India

Merek-merek motor klasik Inggris jauh dari mati. perusahaan India berbondong-bondong memborong saham perusahaan motor bersejarah itu.

3 Januari 2021 | 18.26 WIB

Sepeda motor jenis BSA mejeng di halaman Pabrik Gula Colomadu Karanganyar, Solo (17/5). BSA merupakan motor buatan Inggris yang menjadi salah satu favorit kolektor motor tua. (17/5)
Perbesar
Sepeda motor jenis BSA mejeng di halaman Pabrik Gula Colomadu Karanganyar, Solo (17/5). BSA merupakan motor buatan Inggris yang menjadi salah satu favorit kolektor motor tua. (17/5)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pembuat sepeda motor klasik Inggris BSA mengumumkan bulan lalu bahwa merek tersebut direvitalisasi di bawah pemilik miliarder India.

Merek motor klasik terkenal Inggris lainnya, Norton, diambil alih oleh perusahaan India awal tahun ini dengan rencana yang sama ambisiusnya.

Mereka mengikuti jejak Royal Enfield yang bersejarah, sukses di bawah kepemilikan pemgusaha India.

Pengamat bisnis mengungkapkan bahwa pabrikan India dikenal suka membeli merek-merek terkenal tetapi kesulitan sehingga ingin mengubahnya.

Miliarder India, Anand Mahindra, berharap bisa, "menghidupkan kembali industri sepeda motor Inggris." Dia lantas berencana membangun motor listrik di Inggris dengan merek BSA.

Kelompok Mahindra juga ingin mulai merakit motor klasik Inggris di Birmingham pada pertengahan 2021.

BSA yang dihidupkan kembali akan segera membangun fasilitas penelitian di Banbury, Oxfordshire, untuk mengembangkan teknologi motor listrik, meski tetap memproduksi motor bensin.

Mahindra, pemilik kekayaan 1,7 miliar dolar AS menurut majalah Forbes, mengatakan telah memilih berinvestasi di Inggris karena sejarah produksi motor klasiik.

BSA, singkatan dari Birmingham Small Arms, didirikan pada 1861. Pada 1950-an, BSA produsen motor terbesar di dunia yang memiliki merek Triumph dan Sunbeam.

BSA bangkrut dan berhenti berproduksi pada 1970-an sebelum dibeli kelompok Mahindra pada 2016.

BSA secara resmi dimiliki Classic Legends, yang 60 persen sahamnya dimiliki grup perusahaan Mahindra India.

Pemerintah Inggris memberikan BSA hibah 4,6 juta poundsterling untuk mengembangkan motor listrik untuk mendongkrak 255 lapangan kerja.

"Daya tarik mesin Inggris klasik akan menarik pembeli muda serta pengendara yang ingin menghidupkan kembali masa mudanya," kata Scott Lukaitis, konsultan olahraga motor.

Mahindra mengatakan kepada BBC bahwa ia berharap, "Usaha kecil ini menandai kebangkitan seluruh bisnis pembuatan sepeda motor di Inggris."

Pada April 2020, Norton dibeli oleh pabrikan India TVS Motor dalam kesepakatan senilai 16 juta poundsterling.

Didirikan pada 1898, Norton adalah salah satu merek sepeda motor Inggris yang tersisa. Merek ini terkenal karena keterlibatannya dalam balap motor.

Beberapa model yang paling terkenal adalah Dominator dan Commando. Sedangkan Norton Interpol digunakan oleh polisi Inggris pada 1980-an. Model vintage motor kalsik pun dianggap sebagai barang kolektor.

Bulan lalu, Norton membangun motor Commando Classic dalam jumlah terbatas dan produksi penuh akan dimulai pada awal 2021.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Setelah ini, kami akan melanjutkan siklus produk dari beberapa model yang telah diperlihatkan sebelum kami melihat beberapa model baru yang menarik," kata Kepala Eksekutif Sementara Norton, John Russell.

Vivek Vaidya, pakar otomotif di perusahaan konsultan Frost & Sullivan, mengatakan motor klasik merek Inggris sering terlihat di jalan-jalan India dan masih terlihat di film-film lama. Motor tersebut  juga digunakan oleh polisi.

"Selain alasan sentimental, perusahaan India termotivasi oleh alasan bisnis yang kuat," katanya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Vaidya lalu menunjuk Jaguar Land Rover yang diambilalih Tata India pada 2008 dan berubah menjadi perusahaan yang menguntungkan.

Royal Enfield, yang dibesarkan di Inggris, berkembang secara agresif karena ingin memasuki pasar motor terbesar di dunia  yakni Asia.

Royal Enfield salah satu merek motor tertua di dunia yang masih beroperasi dan dimiliki Grup Eicher India sejak 1994. Baru-baru ini perusahaan mengumumkan rencana membuat pabrik di Thailand, yang direncanakan menjadi pabrik terbesar di luar India.

Meskipun merek-merek motor klasik Inggris bersejarah ini telah berjuang keras sejak masa kejayaannya di tahun 1950-an dan 19 60-an, mereka masih jauh dari mati. Bahkan jika merek-merek itu tidak lagi dimiliki sepenuhnya oleh Inggris.

BBC

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus