Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi dari S&P Global Mobility mengungkapkan bahwa krisis chip semikonduktor yang melanda industri otomotif dunia akan segera berakhir. Krisis chip disebut sudah mereda dan produksi kendaraan dunia diklaim akan kembali normal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Melansir laman Carscoops hari ini, Sabtu, 15 Juli 2023, kelangkaan semikonduktor sempat menjadi pukulan keras bagi produsen mobil selama pandemi Covid-19 di tahun 2021. Diperkirakan lebih dari 9,5 juta unit produksi kendaraan ringan telah hilang akibat krisis chip.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Laporan tersebut menyampaikan bahwa kuartal ketiga tahun 2021 menjadi momen paling terpukul dengan perkiraan produksi yang hilang sebanyak 3,5 juta unit.
Dampak krisis chip semikonduktor ini mulai berkurang sepanjang 2022 dengan perkiraan kehilangan jumlah produksi tiga juta unit sepanjang tahun. S&P Global Mobility mengatakan pasokan semikonduktor terus meningkat tahun ini dan industri hanya kehilangan sekitar 524 ribu unit selama enam bulan pertama tahun 2023.
"Kami sekarang berada dalam posisi di mana industri otomotif telah beradaptasi dengan pasokan yang terbatas dan akibatnya, kecil kemungkinannya terkena gangguan yang signifikan. Dengan tingkat pasokan semikonduktor saat ini, kami memperkirakan bahwa 22 juta unit produksi kendaraan ringan global per kuartal dapat didukung," kata Direktur Eksekutif S&P Global Mobility.
Studi tersebut juga memperingatkan bahwa permintaan masih melebihi pasokan untuk beberapa jenis semikonduktor, sementara permintaan chip dari elektronik konsumen telah menurun. Namun jumlah chip yang dibutuhkan oleh kendaraan ringan modern terus meningkat.
DICKY KURNIAWAN | CARSCOOPS
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto