Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan penyelewengan anggaran proyek strategis nasional (PSN). Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan 36,67 persen anggaran PSN mengalir ke kantong aparatur sipil negara hingga politikus. “Digunakan untuk kepentingan pribadi,” ucap Ivan Yustiavandana di Jakarta, 10 Januari 2024.
Berdasarkan penelusuran PPTAK, duit itu digunakan untuk pembelian aset dan investasi. Ivan tak merinci duit PSN yang diselewengkan. Data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas menunjukkan ada 190 PSN yang selesai digarap dengan investasi Rp 1.515,4 triliun. Jika mengacu pada nilai itu, berarti lebih dari Rp 510 triliun digunakan oleh aparatur negara dan politikus.
Ivan menjelaskan, 36,81 persen dari total dana masuk ke rekening subkontraktor untuk kegiatan pembangunan. Pelaksana tugas Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, menyebutkan beberapa temuan sudah ditangani penegak hukum. Adapun Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta penegak hukum segera menindak laporan PPATK.
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengatakan data PPATK mengindikasikan adanya korupsi pembangunan PSN pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Komisi Pemberantasan Korupsi, kejaksaan, hingga Polri harus segera memproses,” kata Boyamin, 12 Januari 2024.
Dalam acara peringatan sewindu PSN pada 13 September 2023 di Jakarta Selatan, Jokowi mengatakan ada 161 proyek dirampungkan dalam delapan tahun. Proyek itu diklaim menyerap 11 juta tenaga kerja. “Kehadiran infrastruktur PSN juga telah membantu mendongkrak daya saing Indonesia di level internasional,” Jokowi mengklaim.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo