Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya mulai mengoperasikan 22 unit mobil vaksin keliling untuk menjangkau warga masyarakat yang tidak mampu mendatangi gera-gerai vaksinasi yang telah disediakan. Minibus berjenis Toyota Hiace 2.755 CC itu sekaligus dilengkapi dengan tenaga kesehatan, pengemudi dan anggota TNI/Polri.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan berujar puluhan armada mobil Respon Cepat Vaksin Merdeka itu merupakan hasil kerja sama antara pemkot, polrestabes dan para pemangku kepentingan. “Dalam rangka percepatan vaksinasi, kami berinovasi menyediakan mobil operasional vaksin keliling,” kata Yusep, Rabu, 18 Agustus 2021.
Menurut Yusep, mobil vaksin keliling yang diluncurkan pada 16 Agustus 2021 oleh Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Avinta itu rencananya dioperasikan dalam dua bulan. Namun bila masih dibutuhkan, penggunaanya dapat dilanjutkan. “Target kami setiap hari mampu memvaksinasi 11 ribu dosis,” ujar Yusep.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan Mobil Respon Cepat Vaksin Keliling Kota Surabaya itu sudah beroperasi di 22 titik. Menurutnya, setiap mobil itu dapat melakukan vaksinasi hingga 500 dosis dalam sehari. “Jadi total sehari satu mobil bisa 500 dosis. Kami kumpulkan per RW, per puskesmas, 500, 500 ganti-ganti,” katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut dia mobil itu digunakan untuk vaksinasi dosis kedua. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk vaksinasi dosis pertama bila stok vaksin masih tersedia dan vaksinasi dosis kedua sudah terpenuhi. Eri berharap pengoperasian mobil-mobil tersebut makin mempercepat target herd immunity di Surabaya yang ia canangkan pada September - Oktober ini.
“Sebenarnya ini untuk dosis kedua. Kalau ternyata yang belum vaksin ada seribu orang, sementara kami punya 1500 dosis kedua, ya sisanya itu yang 500 kita kasih untuk yang vaksinasi dosis pertama,” kata dia.
Baca Juga: ODGJ Jadi Sasaran Vaksinasi Massal di Surabaya
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini