Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bogor - Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin tak ikut menyampaikan pidato visi Indonesia untuk periode pemerintahan mendatang dalam acara di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Ahad malam, 14 Juli 2019. Lima poin visi Indonesia itu hanya disampaikan oleh presiden terpilih Joko Widodo. Setelah Jokowi berpidato, berdasarkan aba-aba pemandu acara Ma'ruf maju ke depan panggung untuk memimpin doa bersama.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Hadirin sekalian, setelah tadi bersama-sama kita mendengarkan visi Indonesia yang disampaikan Bapak Jokowi, sekarang marilah kita bersama-sama panjatkan doa dan harapan agar apa yang menjadi keinginan kita dapat terwujud diiringi oleh rida Allah SWT," kata pemandu acara Ersa Mayori.
Ma'ruf Amin pun menyampaikan pidato singkat sebelum memulai doa bersama. Dia mengatakan, setelah mendengar visi yang disampaikan Jokowi, kini tiba saatnya seluruh masyarakat Indonesia merapatkan barisan. Ma'ruf juga menyinggung pentingnya merawat persatuan.
"Tidak hanya kesatuan dalam arti politik tetapi dalam arti kesatuan ekonomi, economic unity," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf juga mengumpamakan masyarakat Indonesia sebagai satu bangunan yang harus saling menguatkan. Ibarat bangunan, dia mengajak setiap orang menjadi elemen-elemen yang menyusun dan menguatkan bangunan itu.
"Jadilah kita pasirnya bangunan Indonesia itu walaupun hanya satu butir. Jadilah kita bangunan Indonesia itu walaupun jadi semennya, walaupun satu sendok. Jadilah kita batunya bangunan Indonesia itu walaupun satu biji. Jadilah kita besinya bangunan Indonesia itu walaupun satu lembar," ujar kiai sepuh ini.
Menurut Ma'ruf, visi Indonesia yang disampaikan Jokowi tersebut harus bisa dinikmati oleh semua orang. Apa pun etnis dan agamanya, kata Ma'ruf, semua masyarakat adalah bagian dari Indonesia.
"Baik itu pendukung 01 maupun pendukung 02 dan juga mereka yang tidak mendukung 01 maupun 02. Karena mereka adalah bagian dari semua kita," ujarnya.
Di akhir pidatonya, Ma'ruf Amin menanyakan kesiapan seluruh pihak untuk mengabdi kepada negara. Seusai orasi singkat ini, Ma'ruf Amin lantas mengajak hadirin untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
"Apakah kita siap berbakti? Apakah kita siap mengabdi? Karena itu saya minta berdiri untuk bersama menyanyikan Padamu Negeri," ujar Ma'ruf. Doa dilantunkan setelah lagu tersebut selesai dinyanyikan.