Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan program mudik gratis harus bebas dari pungutan liar. Dia pun meminta pada peserta mudik gratis untuk melapor apabila menemukan praktik pungli dalam pelaksanaan program ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Kami memesankan kepada semuanya, betul-betul mudik ini harus anti pungli,” ujar Pramono di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pramono Anung mengatakan peserta mudik dapat melapor kepada petugas pos pengaduan pungutan liar maupun melalui aplikasi sistem informasi pengaduan pungutan liar yang disiapkan oleh Pemprov Jakarta.
Menurut Pramono, permasalahan pungli harus ditangani secara serius agar tidak menimbulkan gejala-gejala yang lain. Dia menyebut Pemprov Jakarta telah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, serta Kejaksaan untuk memberantas praktik pungli.
“Sehingga dengan demikian, lihat, lawan, dan laporkan persoalan yang menyakut pungli ini,” kata dia.
Pramono Anung melepas keberangkatan 15.049 peserta mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta pada Kamis kemarin. Peserta mudik itu akan diberangkatkan ke 20 kota dan kabupaten di 6 provinsi dari titik keberangkatan di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
“Tadi saya sempat mengecek beberapa bus, kondisinya bagus sekali. Semoga sampai tujuan tidak membatalkan puasanya,” ujar Pramono di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Maret 2025.
Pramono mengatakan jumlah peserta mudik gratis tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan target. Pemerintah Jakarta awalnya menyediakan kuota mudik gratis untuk sekitar 23 ribu pemudik, namun tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlahnya naik hingga lebih dari 26 ribu pemudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pada mudik gratis kali ini Pemprov Jakarta menyediakan sebanyak 521 unit bus bagi peserta dengan total kursi tersedia 22.430 kursi dan 20 unit truk dengan kapasitas 600 sepeda motor.
“Kendaraan truk pengangkut sepeda motor telah diberangkatkan dari terminal Pulau Gadung pada tanggal 26 Maret kemarin dan untuk hari ini akan diberangkatkan para pemudik ke 20 kota,” kata Syafrin.
Tujuan tersebut adalah Bandar Lampung, Palembang, TasikMalaya, Kuningan, Tegal, Pekalongan Semarang, Kebumen Cilacap, Purwokerto, Solo, Wonogiri, Wonosobo, Seragen, Yogyakarta, Madiung, Kediri, Jombang, Malang, dan Sidoarjo.