Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai calon RS Corona di Jawa Barat terganjal ketersediaan ventilator. Kekurangan alat bantu pernafasan untuk pasien dengan sakit berat itu memperlambat rencana pengoperasian layanan. “Kami masih kekurangan sekitar 6-7 ventilator,” kata Nucki Nusjamsi Hidayat, Direktur Medik dan Keperawatan RS Hasan Sadikin, Kamis 26 Maret 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Nucki mengatakan kini RS sudah menyiapkan sebuah gedung khusus untuk menangani pasien Corona, termasuk tenaga baik medis maupun pendukung. Pengelola akan menggunakan Gedung Anggrek dari lantai satu sampai lima. Sebuah lantai khusus secara penuh akan menjadi ruang rawat pasien yang terkonfirmasi virus Corona. “Jumlahnya untuk sekitar 46 orang,” ujarnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kemudian bagi yang pasien yang belum terkonfirmasi sebanyak dua lantai dengan kapasitas total seratus orang. Khusus selantai difungsikan sebagai tempat staf rumah sakit. RS Hasan Sadikin juga merancang lantai lainnya untuk merawat pasien terkonfirmasi atau yang belum namun membutuhkan alat bantu pernafasan. “Kita perluas dari kapasitas 22 orang, masalahnya kita perlu tambahan ventilator,” kata Nucki.
Sementara ini beberapa alat ventilator baru yang rencananya dikirim beberapa pihak belum terwujud. Menurut Nucki ada dua ventilator yang akan dikirim pemerintah provinsi Jawa Barat, sebuah dari kolega, dan Kementerian Kesehatan serta pembelian sendiri. “Tapi jumlah itu masih kurang untuk kami running optimal,” ujarnya. Harga sebuah unit ventilator itu disebutkan Rp 300 juta.
Rumah sakit khusus COVID-19 merupakan skenario kedua RS Hasan Sadikin sebagai salah satu tempat rujukan pasien dari berbagai rumah sakit di Jawa Barat. Penunjukannya oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Saat ini ventilator yang dipakai tersebar sebanyak satu unit di ruang isolasi pasien COVID-19 di Unit Gawat Darurat, kemudian ada empat unit lagi di ruang rawat isolasi.
Hingga 24 Maret 2020 RS Hasan Sadikin merawat pasien dalam pengawasan (PDP) Corona sebanyak 24 orang, hampir separuhnya atau 11 orang konfirmasi positif. Rinciannya lima pasien perempuan berjumlah lima orang dengan usia 30, 39, 43, 59, 61 tahun serta enam pasien lelaki berumur 24, 32, 49, 53, 57, 61 tahun.