Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Solo - Ketua Panitia SBMPTN 2018 Ravik Karsidi mengatakan, pemerintah terus meningkatkan kualitas pelaksanaan SBMPTN, di antaranya dengan memperkecil kecurangan di setiap tahapan seleksi. Caranya, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018 memanfaatkan teknologi berbasis android.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Tahun ini untuk pertama kalinya dilakukan ujian seleksi berbasis android dengan peserta 1.000 orang," kata Ravik yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Senin, 2 Juli 2018. SBMPTN 2018 diumumkan hari ini, Selasa, 3 Juli 2018, sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca: Pengumuman SBMPTN 2018 Hari Ini, Unnes Buka Jalur Mandiri
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ravik menjelaskan, untuk pelaksanaan seleksi berbasis android pada tahun ini baru dilaksanakan di Universitas Padjajaran, Bandung. Pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Karena itu, kata dia, tahun depan akan menambah kuota ujian berbasis android tersebut.
Ujian tulis berbasis komputer (UTBK) di SBMPTN tahun ini, kata Ravik, juga mengalami peningkatan jumlah peserta dari 22 ribu orang menjadi 25 ribu orang. "Kami juga akan menambah kuota peserta UTBK pada tahun depan, tujuannya dalam rangka mengurangi ujian tulis berbasis cetak (UTBC)," katanya.
Jumlah peserta SBMPTN 2018, kata Ravik, sebanyak 860.001 orang atau naik naik 8 persen dari tahun sebelumnya yaitu 797.738 orang. Dari jumoah tersebut sekitar 160 ribu yang lolos seleksi. UNS menerima sekitar 3.100 mahasiswa melalui jalur SBMPTN ini.