Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Politik

Temui Jokowi di Istana, Surya Paloh Sebut Bahas Politik 2024

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Presiden Jokowi sore tadi. Ia menyebut ada juga membahas politik menjelang Pemilu 2024.

31 Agustus 2023 | 23.58 WIB

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta pada Kamis malam, 31 Agustus 2023. TEMPO/Amelia Rahima Sari.
Perbesar
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta pada Kamis malam, 31 Agustus 2023. TEMPO/Amelia Rahima Sari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengonfirmasi pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana Negara Kamis sore. Meski demikian ia tak menjawab gamblang apa saja pembahasan dalam pertemuan itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

"Ya biasa kan ngobrol sama temen, udah lama nggak jumpa," kata Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta pada Kamis malam, 31 Agustus 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Meski demikian ia mengakui ada obrolan soal politik menjelang Pemilu 2024. "Ada," ujar dia. Paloh mengatakan bab-bab yang dibahas mengenai suasana, keadaan, politik, termasuk suasana yang tenang.

Pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi itu berlangsung di tengah kabar yang mencuat bahwa Anies Baswedan, calon yang diusung Partai NasDem telah menentukan pilihan yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presidennya.

Saat ditanya apakah ada pembahasan soal duet Anies-Muhaimin, Paloh tak tegas menjawabnya.

"Bermacam-macam soal kami bahas bersama, dalam suasana, karena udah beberapa waktu nggak ketemu, suasana hangat lah," ujar dia.

Surya Paloh diketahui menyambangi Istana pada Kamis sore sekitar pukul 17.30 WIB. Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 15 menit.

Anjangsana Surya Paloh dengan Jokowi ditengarai membahas keputusan memasangkan Bacapres NasDem Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Bacawapres.

Kabar Anies menggandeng Muhaimin sebagai cawapres diungkap oleh Partai Demokrat. Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan kabar keputusan Anies memilih Muhaimin alias Cak Imin itu awalnya diterima dari Sudirman Said, salah satu anggota Tim 8 yang terdiri dari politikus di Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Adapun Partai Demokrat merupakan bagian dari Koalisi Perubahan bersama dengan PKS dan NasDem.

Menurut Riefky, mereka dipaksa menerima keputusan soal Anies-Cak Imin ini.  Persetujuan ini, kata Riefky, dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh,” ujar Riefky dalam keterangannya Kamis malam, 31 Agustus 2023.

Demokrat, kata dia, lalu melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan hari ini. “Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat 'dipaksa' menerima keputusan itu (fait accompli),” ucapnya.

AMELIA RAHIMA SARI | JULNIS FIRMANSYAH

Amelia Rahima Sari

Alumnus Antropologi Universitas Airlangga ini mengawali karire jurnalistik di Tempo sejak 2021 lewat program magang plus selama setahun. Amel, begitu ia disapa, kembali ke Tempo pada 2023 sebagai reporter. Pernah meliput isu ekonomi bisnis, politik, dan kini tengah menjadi awak redaksi hukum kriminal. Ia menjadi juara 1 lomba menulis artikel antropologi Universitas Udayana pada 2020. Artikel yang menjuarai ajang tersebut lalu terbit di buku "Rekam Jejak Budaya Rempah di Nusantara".

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus