Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nusa

Warga Wadas Gelar Merti Deso, Berdoa Desanya Tetap Utuh Lestari

Dia berharap, perjuangan warga Wadas yang selama ini menolak rencana pertambangan terkabul.

29 Agustus 2023 | 21.34 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Peresmian monumen perjuangan Warga Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo memperingati satu tahun pengepungan desa tersebut pada Rabu, 8 Februari 2023. Foto Dokumentasi Gempadewa

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Semarang - Warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo menggelar Merti Deso pada Selasa, 29 Agustus 2023. Tradisi tahunan tersebut dilaksanakan di tengah perjuangan warga menolak rencana tambang batuan andesit untuk material Bendungan Bener.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam Merti Deso yang digelar di Tugu Perlawanan Wadas tersebut. "Acaranya tahlilan sama kepung tumpeng," kata salah seorang warga Desa Wadas, Siswanto, Selasa, 29 Agustus 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia berharap, perjuangan warga Wadas yang selama ini menolak rencana pertambangan terkabul. "Intinya doa bersama mendoakan Desa Wadas tetap lestari, tetap utuh, dan tidak ada kerusakan di Desa Wadas," ujar Siswanto.

Sebelumnya, sebagian warga Wadas berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Rabu, 16 Agustus 2023. Aksi demontrasi tersebut juga diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang.

Rombongan pengunjuk rasa tersebut datang pukul 12.15. Mereka berjalan kaki menyusuri Jalan Pahlawan dari arah Simpang Lima Kota Semarang sambil memainkan alat musik tradisional kentungan.

Perwakilan pengunjuk rasa lantas bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga membawa sejumlah sepanduk berisi tulisan penolakan tambang. Beberapa sepanduk dipasang di pagar gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Menurut warga, rencana penambangan untuk material Bendungan Bener tetap dilanjutkan meski izin penetapan lokasi telah habis pada 7 Juni 2023. "Setelah izin habis seharusnya berhenti karena pembebasannya tidak selesai," kata Siswanto.

Saat ini, proses pembukaan akses menuju lokasi rencana penambangan telah dimulai. "Sejak ada pembukaan akses sudah dua kali terjadi banjir," ujar dia.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus