Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kabar

5 Jenis Puasa dalam Bidang Medis

manfaat puasa antara lain mengendalikan gula darah, meningkatkan fungsi otak dan jantung, juga mencegah kehilangan fungsi saraf

31 Maret 2022 | 20.07 WIB

Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Puasa atau saum dalam agama Islam tak hanya dilakukan saat Ramadan. Beberapa jenis puasa antara lain, yaitu Senin dan Kamis, puasa Nabi Daud yang berselang-seling hari. Puasa pun bermanfaat untuk kesehatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mengutip Healthline, manfaat puasa antara lain mengendalikan gula darah, meningkatkan fungsi otak dan jantung, juga mencegah kehilangan fungsi saraf (neurodegeneratif). Ada berbagai jenis puasa merujuk anjuran medis.

Berbagai jenis puasa

  1. Puasa 16/8

Mengutip Medical News Today, puasa ini bisa dilakukan setiap hari jika telah terbiasa. Waktu berpuasa ini selama 16 jam, kemudian 8 jam beraktivitas makan seperti biasa. Sebaiknya dilakukan dua kali dalam satu pekan untuk membiasakan diri. Metode puasa ini melewatkan sarapan dalam satu pekan. Misalnya, pada Minggu aktivitas makan normal, kemudian berhenti makan apa pun pukul 8 malam. Setelah itu, berpuasa selama 16 jam, kemudian makan lagi pada Senin siang.

  1. Puasa malam

Seperti namanya, puasa ini dilakukan saat malam. Misalnya, jika puasa dilakukan mulai pukul 7 malam, maka aktivitas makan dimulai lagi keesokan, jam 7 pagi.

  1. Puasa OMAD

One Meal A Day atau puasa OMAD, hanya makan satu kali dalam sehari. Misalnya, hanya makan malam, kemudian tidak makan sama sekali. Aktivitas makan baru dimulai lagi pada malam hari berikutnya. Puasa ini disebut juga sebagai periode 24 jam.

  1. Puasa 5:2

Puasa 5:2 dilakukan dua kali dalam satu pekan, dikutip dari Everyday Health. Artinya, berpuasa dua hari. Lima hari lainnya beraktivitas makan normal seperti biasa. Dua hari puasa yang dipilih tak harus berturutan. Puasa 5:2 agaknya berguna lebih baik daripada memotong kalori sepanjang satu pekan. Puasa seperti ini mirip saum dalam anjuran agama Islam, yaitu Senin-Kamis.

  1. Puasa bergantian hari

Puasa bergantian hari atau alternatif merupakan metode selang-seling. Puasa ini diperkenalkan oleh ahli nutrisi University of Illinois di Chicago, Krista Varady. Setelah berpuasa, maka hanya mengonsumsi kalori sebanyak 500. Sedangkan hari berikutnya makan seperti biasa. Penelitian menemukan, metode puasa ini secara signifikan mengurangi indeks massa tubuh, berat badan, lemak, dan kolesterol.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus