Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Peneliti Pusat Riset Elektronika BRIN mengembangkan panel surya kombinasi silikon kristal dan silikon amorf.
Fabrikasi sel surya silikon amorf lebih murah daripada silikon kristal.
Silikon kristal tak berfungsi efektif pada sore, sementara silikon amorf justru efektif.
SEPOTONG kaca berukuran 10 x 10 sentimeter yang memiliki seutas kabel di kedua sisinya diletakkan Soni Prayogi di atas meja. Ujung-ujung kabel berpenjepit itu lalu ia sambungkan ke kaki-kaki light-emitting diode (LED). "Ini contoh sel surya silikon amorf yang kami buat,” kata pengajar pada Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina, Jakarta, itu. “Tanpa cahaya matahari bisa langsung menghasilkan listrik walau dari cahaya lampu,” tutur Soni sembari menunjuk LED yang menyala di Laboratorium Pengukuran dan Instrumentasi Universitas Pertamina, Senin, 11 September lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Agar Sel Surya Efektif Seharian"