Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Bagaimana Fajar Merah menafsirkan sajak-sajak ayahnya, Wiji Thukul, ke dalam musik?
Sajak hampa dengan hanya gitar dan piano.
SEHARUSNYA Fajar Merah merayakan ulang tahun ke-58 ayahnya pada hari itu, 26 Agustus lalu. Namun, kita tahu, Wiji Thukul—sang bapak—tak pernah kembali sejak sekitar seperempat abad lalu. Raib tanpa berita. Yang tertinggal untuk dikenang oleh Fajar, kini 27 tahun, adalah sajak-sajak terserak dari si penyair.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo