Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
DARI Teater Arena Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sampai Teater Salihara, Jakarta Selatan, yang berjarak sekitar 10 kilometer, perjalanan Aduh Putu Wijaya memerlukan waktu 50 tahun. Sebuah perjalanan panjang, dan tidak ada yang tercecer dari dua pementasan tersebut: percakapan para pemain, baik dulu maupun sekarang, terasa tak berbeda, sama-sama sebentar-sebentar mengundang tawa tertahan penonton.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Aduh Kedua, Sesudah 50 Tahun". Koreksi 23 Mei 2024 pada keterangan penerjemahan naskah teater Aduh. Sebelumnya tertulis naskah Aduh sedang dalam proses penerjemahan.