Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Trimester ketiga kehamilan bak roller coaster emosi, pikiran, dan perubahan tubuh. Olahraga bisa membantu mengurangi banyak gejala yang tidak menyenangkan, memberi energi tambahan, dan memperkuat tubuh untuk melahirkan.
Namun, karena keselamatan bayi juga penting, konsultasikan dengan pelatih kebugaran atau dokter sebelum mulai program latihan. Di masa ini bukan waktunya melakukan latihan berat. Dilansir dari Times of India, inilah beberapa latihan yang aman di trimester ketiga kehamilan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1. Berjalan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bagi ibu hamil, jalan kaki adalah salah satu jenis olahraga terbaik. Jika jalan kaki tidak cukup untuk latihan kardiovaskular, cobalah jalan kaki melayang atau joging. Menurut penelitian, berjalan mengurangi risiko kesulitan selama kehamilan dan persalinan seperti risiko diabetes gestasional dan operasi Caesar yang tidak perlu.
Namun, seorang wanita hamil harus memperhatikan tubuhnya dan menghindari latihan dasar ini secara berlebihan. Berlari tidak disarankan dengan alasan apa pun. Jika cuaca panas, berjalanlah di dalam ruangan dan pastikan selalu minum.
2. Berenang
Berenang adalah salah satu latihan paling aman saat hamil karena berdampak rendah yang meningkatkan kekuatan dan daya tahan. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah kedalaman, pasang surut, dan kondisi kolam jangan terlalu banyak klorin atau bakteri. Hindari berenang di air panas karena dapat menyebabkan suhu tubuh naik. Jika Anda berenang untuk waktu yang lama, minumlah air seperti ketika berolahraga di luar kolam.
3. Yoga dan Pilates
Wanita hamil trimester ketiga akan mendapat manfaat dari latihan berdampak rendah seperti yoga dan Pilates. Latihan ini membuat kelompok otot utama bekerja sehingga dapat membantu ibu hamil merasa bugar dan kuat dalam persiapan untuk melahirkan. Selain itu, yoga dan Pilates memiliki dampak positif pada aspek kesehatan fisik dan mental. Banyak wanita hamil melaporkan memiliki suasana hati yang membaik, ketidaknyamanan yang berkurang, dan risiko persalinan prematur dan kelahiran Caesar yang lebih rendah karena latihan ini.
4. Latihan beban
Membawa beban berat bisa berbahaya di trimester ketiga, apalagi jika tidak terbiasa. Namun, squat, push-up ke dinding, plank yang dimodifikasi, dan latihan berat badan lainnya dapat membantu mempertahankan kekuatan. Hindari crunch dan latihan ab yang mengharuskan ibu hamil berbaring telentang untuk waktu yang lama. Pilih latihan dengan posisi berbaring miring yang membantu menstabilkan otot dan area lain, seperti glutes, pinggul luar, paha bagian dalam, dan paha belakang.
Berolahraga selama kehamilan dapat membantu mengatasi keluhan sakit punggung, sembelit, kembung, dan edema. Aktivitas fisik juga bisa meningkatkan suasana hati dan tingkat energi serta tidur.
Olahraga juga mencegah penambahan berat badan terlalu banyak, memperkuat otot, mengurangi risiko diabetes gestasional, dan mengurangi kemungkinan melahirkan Caesar.
Namun, biasanya dokter tidak menyarankan olahraga jika ibu hamil memiliki penyakit jantung dan paru-paru, riwayat preeklampsia, masalah serviks, pernah mengalami pendarahan selama kehamilan, risiko persalinan prematur, dan anemia berat.
Baca juga: Alasan Wanita Hamil Sebaiknya Tidak Memakai Sepatu Hak Tinggi