Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena gerhana bulan super blood moon yang berlangsung 150 tahun sekali tak disia-siakan untuk dinikmati masyarakat. Tak terkecuali oleh Sekolah Menengah Atas Bhakti Mulya 400 Jakarta.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sekitar 20-an siswa SMA itu tampak datang dengan mengenakan batik biru dan jaket seragam berwarna hijau. Mereka tampak melihat gerhana sambil bercanda dengan kawannya. Salah seorang siswa kelas 10 dari rombongan itu, Satrio Adjie, menjelaskan bahwa kedatangannya di sana adalah untuk memenuhi tugas sekolahnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami diberi tugas oleh sekolah," ujarnya saat ditemui Tempo, Rabu, 31 Januari 2018.
Kata dia, beberapa tugas yang mesti dipenuhinya adalah mengambil foto salat gerhana, mengambil foto khatib salat gerhana, mewawancarai khatib, dan memantau gerhana bulan itu.
"Untuk memenuhi mata kuliah Geografi, Fisika, dan Agama," ujarnya.
Siswa lainnya, Fedilla Azzahra, 15 tahun, mengatakan sudah tertarik dengan fenomena itu sejak awal. Ternyata, tak disangka-sangka, sekolahnya pun memberi tugas mengenai fenomena itu. "Jadi sekalian saja."
Wakil Kepala Sekolah SMA Bhakti Mulya 400 Agus Kurnia yang ikut mendampingi para siswa mengatakan sekolahnya memang ingin memanfaatkan momen langka itu untuk pendidikan siswanya. "Itu kan fenomena langka, bisa sekali seumur hidup," ujarnya.
Untuk itu, SMA-nya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Beberapa program seperti tutorial dan gladi resik salat gerhana telah dilakukan sejak siang. Ia pun memberikan tugas khusus kepada para siswa. "Paper dan karya ilmiah."
Namun, untuk kunjungan di Planetarium Jakarta, kata Agus, hanya pengurus Osis sekolahnya saja yang diajak. "Yang lain masing-masing," ujarnya.
Agus dan rombongannya berbaur dengan sekitar 7000 jiwa yang berkumpul di Taman Ismail Marzuki untuk mengamati gerhana bulan darah itu.
Fenomena gerhana bulan 2018 yang dinamai super blue blood moon dapat dinikmati dengan mata telanjang di Jakarta meski langit tidak terlalu cerah.
Diperkirakan bulan tertutup sempurna pada pukul 19.51 WIB hingga 20.29 WIB. Gerhana total berakhir pukul 21.08 WIB, namun gerhana bulan sebagian masih bisa disaksikan hingga pukul 22.11 WIB.