Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Bangunan di SMPN 32 Pejagalan yang Runtuh Adalah Cagar Budaya

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Tajudin Nur memastikan bangunan yang runtuh di SMP Negeri 32, Pejagalan, Jakarta Barat adalah cagar budaya.

21 Desember 2017 | 17.50 WIB

Salah satu bangunan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 32 Jakarta, di Pekojan, Jakarta, 21 Desember 2017, pukul 12.40 WIB menyebabkan dua orang terluka. Bangunan merupakan gedung tua yang dibangun abad ke-19. TEMPO/ROSSENO AJI
Perbesar
Salah satu bangunan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 32 Jakarta, di Pekojan, Jakarta, 21 Desember 2017, pukul 12.40 WIB menyebabkan dua orang terluka. Bangunan merupakan gedung tua yang dibangun abad ke-19. TEMPO/ROSSENO AJI

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Tajudin Nur memastikan bangunan runtuh yang berada di SMP Negeri 32 di Jalan Pejagalan Raya, Jakarta Barat, bukan bangunan sekolah. "Yang roboh bukan sekolahan. Itu bangunan cagar budaya," kata Tajudin saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 Desember 2017.

Tajudin mengatakan, bangunan cagar budaya tersebut memang berada di dalam area SMP Negeri 32. Ia memperkirakan, kondisi bangunan yang sudah tua, khususnya di bagian atapnya, menjadi penyebab runtuh. Di lantai atas bangunan tersebut, kata dia, sudah tidak terpakai. "Kalau yang bawah biasa dipakai untuk rapat dan aula," katanya.
Baca : Anies Baswedan Janji Renovasi Masjid Tua di Jembatan Lima

Bangunan cagar budaya di SMP Negeri 32 Jakarta itu sebelumnya diberitakan runtuh pada Kamis siang, 21 Desember 2017. Sebanyak dua orang menjadi korban reruntuhan atap bangunan tersebut. Namun, Tajudin memastikan para korban telah mendapatkan perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Arkeolog senior di Tim Ahli Cagar Budaya Pemerintah DKI Jakarta, Chandrian Attahiyat, mengatakan bangunan tersebut baru diusulkan sebagai cagar budaya. Bangunan berwarna kuning itu diperkirakan berusia ratusan tahun. "Itu bangunan Tionghoa abad 19," kata Chandrian.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
Friski Riana

Friski Riana

Lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana pada 2013. Bergabung dengan Tempo pada 2015 di desk hukum. Kini menulis untuk desk jeda yang mencakup isu gaya hidup, hobi, dan tren. Pernah terlibat dalam proyek liputan Round Earth Media dari International Women’s Media Foundation dan menulis tentang tantangan berkarier para difabel.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus