Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
MEMPERJUANGKAN integrasi Irian Barat, kini Papua, ke dalam Indonesia bertahun-tahun lamanya, Silas Papare tak peduli akan Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera yang digelar pada 14 Juli-2 Agustus 1969. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu memilih menjaga sapi peliharaannya di Kampung Sawendui, Distrik Raimbawi, Kepulauan Yapen. Padahal ia ikut dalam delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar, ajang perebutan Irian Barat dengan Belanda.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Paradoks Pahlawan dari Papua". Tim Edisi Khusus Kemerdekaan 2023: Penanggung jawab: Fery Firmansyah, Stefanus Pramono; Kepala proyek: Francisca Christy Rosana, Hussein Abri Dongoran; Penulis: Aisha Shaidra, Egi Adyatama, Erwan Hermawan, Fajar Pebrianto, Francisca Christy Rosana, Hussein Abri Dongoran, Shinta Maharani; Penyumbang bahan: Fajar Pebrianto (Jakarta), Francisca Christy Rosana (Jayapura dan Merauke), Hussein Abri Dongoran (Biak Numfor dan Serui), M.A. Murtadho (Bogor), Shinta Maharani (Yogyakarta); Penyunting: Bagja Hidayat, Fery Firmansyah, Mustafa Silalahi, Raymundus Rikang, Stefanus Pramono; Periset foto:
Gunawan Wicaksono, Jati Mahatmaji, Ratih Purnama; Fotografer: Hilman Fathurahman; Desainer: Dianka Rinya Fitriansyah, Imam Riyadi, Rio Ari Seno, Riyan R akbar; Penyunting bahasa: Edy Sembodo, Hardian Putra Pratama, Iyan Bastian