Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
JUDUL lukisan itu Diponegoro Terluka. Sebuah lukisan minyak di atas kanvas besar berukuran 2 x 5 meter yang menampilkan adegan perang kolosal. Puluhan tentara Belanda dan pribumi lengkap dengan kuda tunggangan terlihat tumpang-tindih di atas kanvas itu. Ada kuda meringkik, ada orang menghunus pedang panjang, ada yang tubuhnya ditembus tombak. Di tengah segala kekacauan itu, ada sosok penunggang kuda hitam berjubah biru kehijau-hijauan. Serban khas di kepalanya memberi tahu kita bahwa dialah Diponegoro yang dimaksudkan dalam judul lukisan. Namun hanya itu tandanya karena sosok tersebut tak memiliki wajah. Bagian mukanya hanya diisi dengan cat cokelat polos.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo