Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Kasus Juwita Bahar, Sebab Ibu Putuskan Hubungan dengan Anak

Perselisihan Annisa Bahar dan anaknya, Juwita Bahar, masih panas dan sang ibu memutuskan hubungan dengan putrinya. Apa kata psikolog?

19 Februari 2018 | 15.46 WIB

Juwita Bahar
Perbesar
Juwita Bahar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pedangdut Annisa Bahar terlibat pertengkaran dengan putrinya, Juwita Bahar. Perselisihan keduanya bermula dari ulang tahun Annisa pada November 2017. Dalam sebuah video yang di unggah oleh akun instagram gosip, Anissa mengatan akan menghapus nama Juwita Bahar dari kartu keluarganya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Saya juga akan mencopot nama dia dalam kartu keluarga saya,” kata Annisa dalam video yang diunggah akun instagram gosip tersebut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebenarnya, apa faktor yang menyebabkan putusnya hubungan ibu dan anak? Psikolog keluarga Kasandra Putranto memberi penjelasan terkait dengan permasalahan yang terjadi antara ibu dan anak.

Menurut Kasandra, tidak banyak ibu yang tercatat atau dicatat memutuskan tali silahturahmi dengan anaknya, meskipun kemungkinan kasus tersebut banyak terjadi di lapangan. Cukup banyak fakta bahwa fenomena anak perempuan yang baru beranjak dewasa mempunyai semakin banyak konflik dengan ibunya.

“Diduga berkaitan dengan profil psikologis yang khas,” kata Kasandra saat dihubungi Tempo pada Senin, 19 Februari 2018.

Profil psikologis khas mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial. Ketiga hal tersebut yang menentukan bagaimana seseorang memahami sesuatu, situasi, dan berbagai hal lain.

Kasandra mengatakan dengan keterbatasan dan perbedaan antara profil ibu dan anak perempuan sering membuat konflik yang berkepanjangan.

“Sering kali dengan terpicu masalah yang sepele bisa jadi konflik yang berkepanjangan,” ujarnya.

Kemudian, sebuah penelitian neuropsikologi membuktikan adanya kemiripan profil neuropsikologi antara ibu dan anak perempuan. Selanjutnya tergantung apakah anak melakukan identifikasi sama atau berbeda dari ibunya dalam proses perkembangan pribadi.

Hal tersebut dapat dihindari atau diselesaikan dengan cara bagaimana seseorang dapat mengatur antara dorongan diri yang kemudian menyeimbangkannya dengan nilai-nilai yang berlaku. Nilai-nilai yang berlaku tersebut adalah agama, hukum, dan sosial.

Kasandra juga memberikan tip untuk menanamkan pengalaman positif penuh cinta kasih dan sayang serta belajar mengelola konflik sejak anak masih kecil.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus