Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Mobil Dinas Pelat Merah Dibakar Massa di Menteng

Pengendara mobil dinas pelat merah itu mengaku pegawai Kementerian Perdagangan RI. Mobilnya dibakar, tapi ia berhasil diselamatkan oleh mahasiswa.

8 Oktober 2020 | 21.43 WIB

Massa membakar sebuah mobil berplat merah di depan kantor Perwari, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober 2020. TEMPO.CO/ Achmad H. Assegaf
Perbesar
Massa membakar sebuah mobil berplat merah di depan kantor Perwari, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober 2020. TEMPO.CO/ Achmad H. Assegaf

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah massa membakar sebuah mobil dinas berpelat merah di depan kantor Perwari, sebelah Hotel Treva, Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Mobil dinas bernomor B 1657 GQ jenis Honda Stream berwarna abu-abu metalik itu dicegat oleh massa saat tengah berhenti di lampu merah Jalan Menteng Raya arah Cikini, Jakarta Pusat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pengendara mobil Inu Imansyah menceritakan bahwa saat kejadian sekitar pukul 20.00 WIB itu ia sedang dalam perjalanan menuju rumah dari kantornya di Kementerian Perdagangan RI. Namun, tiba-tiba sekelompok massa meneriaki sembari mengepung mobilnya.

Melihat banyaknya batu yang dilemparkan menuju mobilnya, Inu langsung membuka kaca dan melambaikan tangannya. Sejumlah pemuda yang tampak seperti mahasiswa membantu Inu keluar mobil untuk menjauh dari massa yang mengepung. Massa lalu menggulingkan dan membakar kendaraan dinasnya itu.

“Sampai sini, ada beberapa massa yang teriak ‘pelat merah, pelat merah’, selebihnya ada lemparan batu. Alhamdulillah saya buka kaca sedikit lambaikan tangan, lalu ada seperti mahasiswa yang membantu saya keluar,” ujar Inu kepada Tempo di Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober 2020.

Berdasarkan pantauan Tempo, mulanya ruas jalan Tugu Tani menuju Cikini cukup kondusif dan bisa dilalui kendaraan sejak ditinggalkan sebagian besar massa dan aparat yang sempat ricuh. Namun, setelah peristiwa pembakaran mobil berpelat merah itu, jalanan kembali mencekam dan polisi mulai berdatangan menembakkan gas air mata.

Inu pun mengimbau para pengendara mobil dinas lainnya agar lebih berhati-hati dan mencari rute-rute yang aman. “Rekan-rekan yang menggunakan kendaran pelat merah lainnya, mungkin bisa mencari rute-rute alternatif yang lebih kondusif,” ujar Inu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus