Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Tangerang-Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan persiapan pembukaan kembali pintu umrah bagi jemaah Indonesia. "Pada prinsipnya kami siap mendukung dan akan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan," kata Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muwardi, saat dihubungi Tempo, Rabu 13 Oktober 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Angkasa Pura II mulai menyiapkan alur keberangkatan jamaah umrah di Terminal 3. "Karena Terminal 2 masih tahap revitalisasi, jamaah Umrah nanti kami siapkan di Terminal 3," ujarnya. Namun, terkait pengaturan teknisnya, Holik belum menjelaskan.
Angkasa Pura II juga akan kembali mengaktifikan Lounge Umrah yang berada di dalam kawasan Bandara Soekarno-Hatta yang selama pandemi Covid-19 ini dialihfungsikan untuk tempat vaksin. "Selama pandemi Covid-19 Umrah ditiadakan, Lounge Umrah kami sementara waktu kami fungsikan untuk tempat vaksinasi," kata Holik.
Holik memastikan protokol kesehatan yang ketat akan diterapkan dalam proses keberangkatan calon jamaah Umrah dari Bandara Soekarno-Hatta. Hanya saja, kata Holik, pengelola Bandara Soekarno-Hatta menunggu regulasi atau aturan baru dari pemerintah terkait perjalanan umrah di masa pandemi.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta juga masih menunggu aturan lanjutan dari pemerintah mengenai pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi. "Pada prinsipnya Imigrasi mendukung kebijakan kembali dibukanya umrah. Namun untuk pelaksanaannya kami masih menunggu aturan lanjutannya," ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Sam Fernando, Rabu 13 Oktober 2021.
Aturan lanjutan pelaksanaan umrah ini, menurut Sam, meliputi perubahan dari aturan sebelumnya. Sebab, kata dia, aturan umrah sebelum pandemi dan setelah pandemi pasti berbeda. "Kalau sekarang belum ada, terkait aturanya seperti apa belum jelas. Jika dulu orang yang memiliki visa dan tiket pesawat bisa berangkat, sekarang kan tidak bisa," kata Sam.
Menurut Sam, Imigrasi juga butuh aturan dan petunjuk lanjutan apakah ada tambahan prosedur kesehatan perjalanan umrah dalam masa pandemi dan proses karantinanya seperti apa. "Pada dasarnya Imigrasi sangat mendukung. Tapi perlu ada aturan lanjutan yang perlu dibahas."
Hingga kini, kata Sam, Imigrasi Soekarno-Hatta berpegang pada pedoman Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 Tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam aturan ini orang asing yang bisa masuk ke Indonesia adalah Pemegang E-Visa, ITAS dan ITAP, Visa diplomatik dan dinas,Izin tinggal diplomatik dan dinas, Kru alat angkut, Pemegang kartu ABTC, Pelintas batas tradisional.
Persyaratan tambahan: Hasil RT-PCR negatif Covid-19 yang masih berlaku, Bukti vaksin Covid-19 dosis lengkap, Surat pernyataan bersedia mematuhi prosedur kesehatan di Indonesia, bukti kepemilikan asuransi kesehatan/ asuransi perjalanan.
Pemerintah Arab Saudi telah resmi membuka pintu bagi jemaah asal Indonesia yang ingin umrah. Hal ini dipastikan setelah dikeluarkannya Nota Diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021.
"Kedutaan telah menerima informasi dari berbagai pihak yang berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah umrah Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam konferensi pers daring, Sabtu, 9 Oktober 2021.
Retno mengatakan komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia saat ini sedang bekerja meminimalisir segala hambatan yang menghalangi jamaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.