Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati telah menguatkan kerja sama antar daerah untuk menjaga stok pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pelaksana teknis untuk menjaga ketersediaan pangan di Jakarta, terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas KPKP, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM), dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertrans). Sedangkan Badan Usaha Milik Daerah di sektor pangan bertugas memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Ada Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan Food Station, ini kita kuatkan kerjasama antar daerah agar mereka memasukkan nilai surplus produksinya ke dalam sistem informasi ketahanan pangan. Itu yang kita ambil,” kata Eli ditemui di Jakarta Timur pada Senin, 27 November 2023.
Menurut data Dinas KPKP DKI Jakarta, inflasi di Ibu Kota memiliki pengaruh hampir 26 - 27 persen. Dia tidak ingin hal itu memengaruhi produsen di daerah lain, sehingga terjadi inflasi yang tinggi.
“Kita tidak ingin inflasi Jakarta terjaga, tapi nanti ternyata daerah-daerah produsen lainnya inflasinya tinggi. Jadi biar sama-sama bagus. Kan taglinenya 'Sukses Jakarta untuk Indonesia',” ucapnya.
Selain itu, Eli menegaskan bahwa stok pangan DKI Jakarta sampai akhir 2023 dalam kondisi yang aman. Ia mengingatkan agar tidak terjadi panic buying atau aksi borong. Sebab, ketika aksi borong terjadi maka akan mengakibatkan penimbunan bahan pokok di masing-masing orang. Sehingga membuat harga semakin tinggi dan tidak terkendali.
Pilihan Editor: Hadapi Kemarau Panjang Dampak El Nino, DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman