Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Suasana Hati Berubah Pasca Melahirkan, Apa Itu Baby Blues?

Sekitar 70-80% dari semua ibu baru mengalami beberapa perasaan negatif atau perubahan suasana hati setelah kelahiran anak mereka, ini seringkali disebut baby blues.

13 Oktober 2022 | 08.50 WIB

Ilustrasi baby blues. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi baby blues. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Memiliki bayi adalah pengalaman yang menyenangkan, namun rupanya tidak semua orang bisa merasakan. Bagi beberapa ibu, melahirkan seorang bayi justru memicu stres, kelelahan, merasakan rasa sakit, dan hormon pascapersalinan dapat membuat mengamuk, ini kerap disebut baby blues.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dikutip dari AmericanPregnancy, baby blues adalah bentuk depresi pascapersalinan yang paling ringan, penting untuk tidak mengabaikan perubahan yang terjadi di tubuh. Banyak wanita yang merasa bingung bergumul dengan kesedihan setelah peristiwa bahagia menambah bayi baru dalam keluarga dan sering tidak membicarakannya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sekitar 70-80 persen dari semua ibu baru mengalami beberapa perasaan negatif atau perubahan suasana hati setelah kelahiran anak mereka. Seringkali gejala baby blues akan menyerang dengan kuat dalam waktu empat sampai lima hari setelah kelahiran bayi, meskipun tergantung pada bagaimana kelahiran bayi, mereka mungkin terlihat lebih awal.

Gejalanya bisa mulai 2 hingga 3 hari setelah bayi lahir. Sebagian besar waktu, baby blues hilang dengan sendirinya segera setelah lahir, biasanya dalam 10 hari tetapi terkadang hingga 14 hari pascapersalinan.

Baca: 4 Kiat Mengatasi Baby Blues

Gejala Baby Blues

Bagaimana Anda mengalami baby blues mungkin berbeda dari tiap orang. Melansir dari Healthline, umumnya gejala baby blues seperti berikut.

  1. Merasa ingin menangis karena pemicu kecil.
  2. Mengalami perubahan suasana hati atau menjadi sangat mudah tersinggung.
  3. Merasa tidak terikat dengan bayi yang dilahirkan.
  4. Kehilangan bagian dari kehidupan lama, seperti kebebasan untuk pergi keluar dengan teman-teman.
  5. Khawatir atau merasa cemas tentang kesehatan dan keselamatan bayi.
  6. Merasa gelisah atau mengalami insomnia, meskipun kelelahan.
  7. Mengalami kesulitan membuat keputusan yang mudah atau berpikir jernih.

Tidak perlu melakukan apa pun untuk mengatasi baby blues, kebanyakan orang menemukan bahwa ketika mereka menyesuaikan diri dengan peran baru mereka dan menyesuaikan diri dengan rutinitas dengan bayi mereka, mereka mulai merasa lebih seperti diri mereka sendiri.

Karena itu, fase pascapersalinan itu sulit, dan penting untuk menjaga diri sebaik mungkin. Menemukan hal-hal yang membuat diri merasa lebih baik selama masa baby blues ini dapat membantu kembali ke normal sedikit lebih cepat.

MALINI

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus