Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

47 Persen UMKM Bangkrut Akibat Pandemi Corona

Menteri Teten mencatat separuh UMKM gulung tikar akibat pandemi corona.

20 Mei 2020 | 20.18 WIB

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 47 persen usaha mikro. kecil, dan menengah (UMKM) harus gulung tikar karena terdampak pendemi virus corona Covid-19.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga dan Kementerian UMKM, wabah virus Corona memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan UMKM.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dia menjelaskan bahwa, pelaku UMKM pada saat ini harus menghadapi masalah yang cukup besar. "Diramalkan survei 47 persen UMKM berhenti berusaha, kami juga mencatat hal yang sama," katanya dalam diskusi virtual yang digelar Himpuni pada Rabu, 20 Mei 2020.

Pada saat ini, kata Teten, kebanyakan UMKM mengalami masalah kesehatan arus kas, sehingga harus merumahkan tenaga kerjanya.

Sementara itu, pelaku UMKM terkendala dari sisi supply karena terganggunya distribusi selama masa pandemi Covid-19. Selain itu, pelemahan dari sisi permintaan semakin menekan keberlangsungan UMKM dalam negeri.

"Jadi perlu quick win respons untuk menjawab ini, pemerintah sudah merumuskan 5 kebijakan untuk memitigasi problem UMKM yang terdampak 2 sisi tersebut," katanya.

Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) turut menyoroti hal yang sama terhadap masalah UMKM pada saat ini.

Berdasarkan survei Himpuni soal UMKM perlu dukungan untuk bangkit dengan responden survei yang berasal dari kalangan pemilik atau pengelola UMKM, pemerhati UMKM, mahasiswa, dosen dan alumni perguruan tinggi berpendapat bahwa krisis ekonomi sebagai dampak pandemi korona membutuhkan dukungan untuk bangkit. "Dukungan dibutuhkan khususnya dalam upaya meningkatkan penjualan dan aliran masuk kas," ujar Maryono, Koordinator Presidium III Himpuni.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus