Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Batik Air Samarinda-Jakarta Batal Terbang Lantaran Landasan Ambles

Batik Air ID-6257 Samarinda-Jakarta gagal terbang di Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto lantaran landas gelinding ambles.

5 Oktober 2021 | 21.18 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Ilustrasi Batik Air. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Batik Air dengan kode penerbangan ID-6257 dari Samarinda tujuan Jakarta gagal terbang di Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur (AAP) lantaran landas gelinding yang ambles.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Penerbangan ID-6257 dijadwalkan berangkat pukul 15.15 WITA (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08) dan diperkirakan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 16.20 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07)," ujar Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Oktober 2021.

Pesawat udara PK-LAQ mulai bergerak menuju runway atau landas pacu melalui taxiway alias landas gelinding atau landas hubung. Ketika berada tepat posisi sempurna sesuai jalur di taxiway, pilot memutuskan untuk menunda keberangkatan dan menghentikan pergerakan pesawat.

Pasalnya, pilot merasakan struktur permukaan aspal pada landas hubung seperti tidak normal. Pilot lantas berkomunikasi dengan petugas lalu lintas udara serta petugas layanan darat untuk melakukan pengecekan.
 
"Batik Air menerima konfirmasi, bahwa landas gelinding dimaksud harus dilakukan pengecekan, karena kondisi ambles," ujar Danang.

Untuk itu, guna mempermudah proses pergerakan posisi pesawat ke apron dengan cara didorong atau ditarik mundur. Maka, guna mengurangi beban pesawat seluruh tamu dan kargo diturunkan.

Para tamu kemudian dikembalikan ke ruang tunggu untuk mendapatkan pelayanan dan informasi lebih lanjut. "Batik Air menyampaikan, bahwa posisi pesawat pada jalur normal (tidak tergelincir)," tutur Danang.
 
Danang mengatakan proses penarikan pesawat udara membutuhkan waktu. Perseroan senantiasa berkoordinasi dan kerjasama dengan pengelola bandar udara serta pihak terkait lainnya, agar proses pemindahan posisi pesawat berjalan lancar.
 
Selama proses pengecekan dan perbaikan landas hubung, tidak ada penerbangan yang beroperasi untuk fase lepas landas dan mendarat. "Batik Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional penerbangan Batik Air lainnya tetap berjalan normal (tidak terganggu)," ujar Danang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

CAESAR AKBAR

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus