Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum (Perum) Damri mengklaim siap mendukung layanan angkutan Lebaran 2025. Direktur Utama Damri, Setia N. Milatia Moemin, menyatakan bahwa perusahaan akan mengerahkan 1.220 bus komersial yang siap melaksanakan 69.000 perjalanan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kamis sediakan 1.220 bus antarkota, antarprovinsi. Ini ada kenaikan dibandingkan tahun lalu, tapi tipis, karena masa libur lebaran ini lebih panjang," ujar Setia saat ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa, 25 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Damri memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 26-28 Maret 2025, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 6-7 April 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Damri telah membuka penjualan tiket secara online sejak 6 Februari 2025.
Damri menerapkan berbagai langkah teknis dan pelayanan. Pemeriksaan kesehatan pengemudi dilakukan agar mereka dalam kondisi fit to work, sementara pengecekan kelaikan bus dilakukan melalui ramp check internal dan eksternal. Selain itu, layanan pelanggan disiagakan melalui kanal multi-platform yang beroperasi selama 24 jam setiap hari.
"Kami ingin memastikan bahwa pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Oleh karena itu, persiapan teknis dan operasional menjadi prioritas utama kami," kata Setia.
Damri sudah membuka pemesanan tiket secara online pada 45 hari sebelum puncak arus mudik pada 6 Februari 2025. Setia menjelaskan pemesanan masyarakat bisa memesan melalui Damri Apps maupun Online Travel Agent. “Tiket sudah dapat dipesan mulai dari 14 Februari 2025 sehingga pelanggan dapat mempersiapkan rencana perjalanan dengan matang,” katanya.
Tiket Damri untuk periode angkutan Lebaran yang telah terjual 50 persen dari yang disediakan. Angka ini masih terbilang kecil lantaran masih banyak masyarakat yang membeli tiket secara langsung.
Pilihan Editor: Konflik Kepentingan dalam Rangkap Jabatan Bos Danantara