Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ekonomi

Berita Tempo Plus

Untung-Rugi Hilirisasi Komoditas Tambang

Kebijakan "hilirisasi" tambang menuai persoalan. Pengolahan mineral belum optimal tanpa penyerapan oleh industri manufaktur.

16 Juli 2023 | 00.00 WIB

Foto udara aktivitas pemurnian nikel di areal pabrik smelter milik PT Antam di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Desember 2022. Antara/Jojon
Perbesar
Foto udara aktivitas pemurnian nikel di areal pabrik smelter milik PT Antam di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Desember 2022. Antara/Jojon

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Menteri Luhut akan menemui IMF, menjelaskan larangan ekspor mineral.

  • Pemerintah berkeras melanjutkan pelarangan ekspor mineral demi proyek 'hilirisasi'.

  • Hasil hilirisasi mineral tak akan maksimal tanpa diiringi penyerapan oleh industri manufaktur.

MENTERI Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersiap terbang ke Washington, D.C. Di sana, pemegang gelar jenderal kehormatan bintang empat ini akan bertemu dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Ada agenda besar yang dibawa Luhut, yaitu menjelaskan arah kebijakan penghiliran atau hilirisasi komoditas di Indonesia kepada IMF. “Awal bulan depan berangkat,” kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto kepada Tempo pada Kamis, 13 Juli lalu. 

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Riani Sanusi Putri berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Tak Cukup Memurnikan Mineral"

Retno Sulistyowati

Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Bergabung dengan Tempo pada 2001 dengan meliput topik ekonomi, khususnya energi. Menjuarai pelbagai lomba penulisan artikel. Liputannya yang berdampak pada perubahan skema impor daging adalah investigasi "daging berjanggut" di Kementerian Pertanian.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus